NasDem Jatim Bereaksi, Soroti Etika Jurnalistik dalam Laporan Tempo
Surabaya, JatimUPdate.id – Gelombang protes kader Partai NasDem di Jawa Timur terhadap pemberitaan Majalah Tempo kian menguat. Ratusan kader dari empat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yakni Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Pasuruan menggelar aksi pernyataan sikap di Kantor DPW Partai NasDem Jawa Timur, Rabu (16/4).
Aksi tersebut dikoordinatori langsung oleh Ketua DPD Partai NasDem Surabaya, Syaiful Ma’arif. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberatan serius atas laporan utama Tempo yang dinilai merugikan partai serta mendiskreditkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Syaiful menyebut, dirinya mewakili empat DPD NasDem di Jawa Timur menyampaikan aspirasi resmi kepada DPW NasDem Jatim agar diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta Fraksi Partai NasDem di DPR RI.
“Kami datang dengan sikap yang jelas. Ini bukan sekadar reaksi emosional, tetapi bentuk tanggung jawab kader dalam menjaga marwah partai dan kehormatan Ketua Umum,” tegasnya.
Menurutnya, kader NasDem tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut tidak boleh lepas dari prinsip profesionalisme, keberimbangan, serta etika jurnalistik.
“Kami tidak anti kritik, tetapi kritik harus disampaikan secara objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta. Bukan dengan framing yang tendensius,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikapnya, kader NasDem secara tegas menyoroti laporan utama Tempo edisi 13–16 April 2026. Mereka menilai, pemberitaan tersebut mengandung sejumlah persoalan serius.
Pertama, Tempo dianggap telah melakukan upaya pelecehan secara sistematis yang merendahkan martabat Ketua Umum Surya Paloh serta institusi Partai NasDem.
Kedua, penggunaan judul cover “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” dinilai sebagai framing yang menggiring opini publik bahwa Partai NasDem hanyalah entitas komersial, yang jelas bertentangan dengan nilai dan ideologi partai.
Ketiga, keseluruhan isi laporan disebut sengaja membentuk opini negatif seolah-olah Partai NasDem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.
Keempat, kader menilai terdapat upaya sistematis untuk mendiskreditkan partai sekaligus melakukan pembunuhan karakter terhadap Surya Paloh.
Kelima, Tempo dituding tidak melakukan proses konfirmasi atau cross-check kepada pihak Partai NasDem maupun kepada Surya Paloh sebagai pihak yang diberitakan.
Atas dasar itu, kader Partai NasDem menyampaikan lima tuntutan utama. Mereka menyatakan keberatan keras atas pemberitaan yang dianggap tidak proporsional dan tidak menjunjung etika jurnalistik.
Selain itu, mereka menuntut Tempo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tertulis kepada Surya Paloh serta seluruh kader NasDem di Indonesia.
Kader juga mendesak Dewan Pers agar segera mengambil langkah tegas terhadap Tempo. Tidak hanya itu, mereka meminta adanya sanksi berat hingga penonaktifan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas pemberitaan tersebut.
“Tindakan ini penting agar fungsi pers tetap terjaga sebagai penyampai informasi yang akurat dan beretika,” kata Syaiful.
Tak berhenti di situ, kader NasDem juga menuntut adanya proses hukum yang adil atas persoalan ini.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf saat menerima kedatangan kader Partai NasDem di Jakarta, Selasa (14/4).
Dalam keterangannya, Setri mengakui adanya dampak yang ditimbulkan dari sampul laporan utama tersebut terhadap Ketua Umum Partai NasDem dan para kadernya.
“Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf,” ujarnya.
Meski demikian, kader NasDem di Jawa Timur menilai permintaan maaf tersebut belum cukup. Mereka menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah konkret yang dianggap memenuhi rasa keadilan.(DPR)
Editor : Redaksi