Menteri ESDM Bahlil : Pemerintah Tengah Merancang Program Subsitusi Gas LPG 3 Kg Menjadi Gas CNG Guna Efisiensi
Jakarta, JatimUPdate.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target strategis untuk mensubstitusi LPG tabung 3 kilogram (kg) — yang dikenal sebagai "gas melon" — dengan Compressed Natural Gas (CNG) mulai tahun 2026.
Kebijakan ini didorong oleh tiga faktor fundamental: (1) beban subsidi LPG yang mencapai Rp 80,26 triliun dalam APBN 2026; (2) ketergantungan impor LPG yang mencapai 7 juta ton per tahun dari total konsumsi nasional sekitar 8,6 juta ton; dan (3) ketersediaan cadangan gas alam domestik yang relatif melimpah.
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa implementasi program ini telah memasuki tahap persiapan teknis dan distribusi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut potensi penghematan biaya energi rumah tangga sebesar 30–40% dibandingkan LPG bersubsidi, apabila skema harga diterapkan secara proporsional.
Kajian ini menganalisis aspek teknis, ekonomi, fiskal, lingkungan, sosial, dan regulasi dari transisi CNG–LPG, serta menyajikan rekomendasi strategis berbasis bukti (evidence-based) untuk para pemangku kepentingan. (sof/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat