Skor Tiga Besar Selisih Tipis, Jurnalis JatimUpdate Raih Juara III Lomba Karya Tulis KAHMI Jatim
Kota Pasuruan, JatimUPdate.id – Persaingan Lomba Karya Tulis Ilmiah Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KAHMI Jawa Timur berlangsung ketat.
Selisih nilai tiga besar hanya terpaut belasan poin, menunjukkan kualitas karya para peserta yang bersaing dalam ajang tersebut.
Pengumuman pemenang disampaikan pada rangkaian Muswil VI KAHMI Jawa Timur di Gedung Gradika, Kota Pasuruan.(28/6)
Berdasarkan keputusan Dewan Juri, juara pertama diraih Khabib Fajar Pratama, alumni HMI Cabang Ponorogo, melalui karya berjudul Beyond Alumni: Model Triple Helix Sebagai Paradigma Kolaborasi KAHMI Jawa Timur Menuju Gerbang Baru Nusantara dengan nilai 317,8.
Juara kedua diraih Gigih Prihantono, alumni Komisariat Ekonomi Universitas Airlangga, melalui tulisan Reposisi Paradigma KAHMI Jatim: Dari Jaringan Sosial-Politik Menuju Jaringan Ekonomi Gerbang Baru Nusantara dengan nilai 307,6.
Sementara juara ketiga diraih Rio Rolis, mantan Ketua Umum HMI Komisariat FISIP Universitas Jember periode 2003–2004 sekaligus jurnalis JatimUpdate, melalui karya berjudul Dari Silaturahmi ke Kolaborasi: Tri-Gerbang KAHMI Jawa Timur 2031 dengan nilai 305,8.
Lomba karya tulis ilmiah ini dinilai oleh lima akademisi dan praktisi, yakni Mangku Purnomo, Lutfil Hakim, Agus Muhamad Hatta, Koko Sri Mulyo, serta Lutfi J. Kurniawan.
Reporter JatimUpdate.id, Aris Effendi berkesempatan mewawancarai Rio Rolis usai pengumuman pemenang.
Rio mengaku bersyukur atas terselenggaranya kompetisi tersebut karena dinilai sejalan dengan tradisi intelektual HMI dan KAHMI.
"Pertama saya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menginisiasi lomba seperti ini. Menurut saya, ini harus dijadikan tradisi karena HMI sebagai induk organisasi KAHMI identik dengan insan akademis," ujarnya.
Menurut Rio, lomba karya tulis menjadi indikator organisasi yang sehat karena memberikan ruang bagi kader dan alumni untuk menyampaikan gagasan secara elegan.
"Melalui karya tulis ilmiah, semua gagasan bisa disampaikan, baik yang memuji maupun yang mengkritik, dan semuanya menawarkan solusi progresif bagi organisasi," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada dewan juri yang telah meluangkan waktu membaca puluhan naskah.
"Berdasarkan informasi dari SC panitia, ada sekitar 29 karya yang masuk. Saya membayangkan di tengah kesibukan para juri, mereka tetap menyempatkan membaca seluruh naskah. Itu patut diapresiasi," ucapnya.
Rio turut mengucapkan terima kasih kepada JatimUpdate yang menurutnya menjadi ruang belajar untuk mengasah kemampuan menulis.
"Saya juga berterima kasih kepada JatimUpdate yang telah memberikan kesempatan untuk terus melatih kemampuan menulis. Terutama kepada CEO JatimUpdate.id, Yuristiarso Hidayat, yang selalu mendorong saya untuk terus meningkatkan batas kemampuan," katanya.
Saat ditanya alasan mengikuti lomba, Rio mengaku bukan semata karena hadiah.
"Jujur, yang paling membuat saya tertarik adalah informasi bahwa karya-karya terbaik akan dibukukan. Hal itu juga ditegaskan oleh Ketua SC sekaligus Penanggung Jawab Lomba, Dr. Mufidz Dahlan. Bagi saya, itu lebih menarik daripada sekadar hadiah," ujarnya.
Selain itu, ia ingin memastikan ada suara kader dari daerah dalam diskursus KAHMI Jawa Timur.
"Saya ingin memastikan ada suara KAHMI dari pinggiran yang ikut mewarnai gagasan besar organisasi."
Rio mengungkapkan proses penyusunan naskah memakan waktu sekitar satu minggu, mulai dari menulis huruf pertama hingga tahap penyuntingan sebelum dikirim.
Ia juga mengaku sempat pesimistis setelah mengetahui komposisi dewan juri.
"Setelah submit saya bertanya kepada panitia siapa jurinya. Ketika tahu ada beberapa profesor dan doktor, saya sempat minder," katanya sambil tertawa.
Namun rasa pesimis itu berubah menjadi optimisme karena bekal pengalaman sebagai jurnalis.
"Tapi saya tetap optimistis bisa bersaing karena punya latar belakang sebagai jurnalis. Kami terbiasa menulis naskah panjang yang tetap nyaman dibaca. Mungkin itu menjadi salah satu nilai lebih," ujarnya.
Rio menambahkan, lomba KAHMI bukan satu-satunya kompetisi yang sedang diikutinya.
"Saat ini masih ada beberapa lomba karya tulis lain yang hasilnya akan diumumkan pada Juli dan Agustus. Semoga ada kabar baik lagi. Bedanya, di sana saya bersaing dengan jurnalis media cetak dan media online dari berbagai daerah. Jadi benar-benar bertemu para pendekar tinta," pungkasnya. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman