Dapat Aduan Minimnya Pasokan Air Bersih, Anas dan Tim PDAM Terjun ke Gebang Lor

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Anas bersama tim PDAM di Gerbang Lor, dok Jatimupdate.id/lam
Anas bersama tim PDAM di Gerbang Lor, dok Jatimupdate.id/lam

Surabaya,JatimUPdate.id -Legislator PDI Perjuangan Anas Karno bersama tim Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) Surabaya terjun ke kawasan Gebang Lor usai menerima keluhan warga terkait belum optimalnya akses air bersih.

Anas Karno menegaskan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah.

“Kami ingin ada solusi yang bisa segera direalisasikan agar warga mendapatkan akses air bersih yang lebih baik. Pemerintah Kota Surabaya juga telah mencanangkan agar setiap rumah dapat teraliri air PDAM,” kata Anas, Jum'at (3/7).

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya itu memaparkan hasil survei dan pengukuran tim PDAM menjadi rujukan menentukan langkah teknis selanjutnya. 

Pun memungkinan pemasangan pipa tersier dan penyusunan kebutuhan anggaran.

“PDAM sudah melakukan pengukuran dan kajian teknis. Kami akan mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ketua RT 01 Gebang Lor, Winarsih, mengatakan terdapat 10 rumah yang belum mendapatkan layanan PDAM.

Sebab kata Winarsih jaringan pipa utama belum menjangkau wilayah tersebut.

“Harapannya ya bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini kami menggunakan air sumur, tetapi kualitasnya kadang kurang maksimal. Warga berharap ada solusi agar bisa mendapatkan air bersih yang lebih baik,” ujar Winarsih.

Menurutnya, kendala utama berada pada jarak jaringan pipa utama yang cukup jauh dari permukiman warga. 

Ia menambahkan pipa terdekat diperkirakan berada sekitar 200 meter dari rumah-rumah yang belum terlayani.

“Dengan kondisi itu, untuk pemasangan jaringan akses air PDAM biayanya menjadi cukup mahal,” katanya.

Winarsih menjelaskan, ketika air sumur berubah keruh, warga terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama untuk memasak.

“Kalau air sumurnya keruh warga membeli air gerobakan untuk mandi. Kalau untuk memasak warga biasanya membeli air dari penjual yang keliling menggunakan gerobak. Ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin mahal," katanya. (*)