Wabup Sidoarjo Ajak Komunitas Bank Sampah Perkuat Kolaborasi, Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Wabub Sidoarjo Mimik Idayana sedang bercengkerama dengan aktivis lingkungan hidup mengamati produk hasil daur ulang.
Wabub Sidoarjo Mimik Idayana sedang bercengkerama dengan aktivis lingkungan hidup mengamati produk hasil daur ulang.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Komunitas penggiat lingkungan yang tergabung dalam berbagai bank sampah di Kabupaten Sidoarjo berkumpul di Perumahan Taman Surya Kencana, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Minggu (12/7/2026).

Mereka mengikuti sarasehan antar-penggiat lingkungan sebagai upaya memperkuat komitmen dalam mengurangi persoalan sampah dari sumbernya.

Kegiatan yang digelar Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo itu sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, hadir langsung dan memberikan apresiasi kepada para relawan lingkungan yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat.

Menurut Mimik, pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sampah. Peran komunitas dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Sangat mengapresiasi apa yang menjadi kegiatan panjenengan. Terima kasih. Tanpa kepedulian panjenengan terhadap lingkungan, pemerintah tidak akan sanggup sendiri dalam mengatasi permasalahan sampah," ujar Mimik.

Ia mengajak para penggiat lingkungan untuk terus mengedukasi masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah dari rumah masing-masing.

Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

"Kebersihan dapat dimulai dari diri kita sendiri. Kalau kita peduli terhadap lingkungan mulai dari rumah dan keluarga, insyaallah kepedulian itu akan menyebar ke masyarakat," katanya.

Mimik juga memastikan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan komunitas lingkungan dapat terus diperkuat.

"Alhamdulillah, saya dan Pak Bupati sangat mengapresiasi kegiatan panjenengan. Insyaallah ke depan kita akan terus berkomunikasi," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mimik berharap Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" terus melakukan pendampingan terhadap seluruh bank sampah di Kabupaten Sidoarjo. Ia bahkan mendorong agar setiap Dasa Wisma (Dawis) memiliki tempat sampah terpilah berdasarkan jenisnya sehingga proses pengelolaan dapat dilakukan sejak dari sumber.

Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, khususnya sampah plastik yang dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan.

"Terutama sampah plastik yang sangat meresahkan karena sulit terurai. Namun di tangan ibu-ibu yang kreatif, sampah plastik bisa menjadi bunga, tas, dan berbagai kerajinan yang bernilai ekonomi," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" Kabupaten Sidoarjo, Mailiya Hurmatud Diniyah, mengatakan sarasehan tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan membangkitkan kembali semangat pengelolaan bank sampah di berbagai wilayah.

Ia mengakui sejumlah bank sampah sempat mengalami penurunan aktivitas. Karena itu, melalui kegiatan tersebut pihaknya ingin menghidupkan kembali peran bank sampah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

"Melalui sarasehan ini kami ingin kembali mengaktifkan bank-bank sampah yang sempat lesu. Kami ingin semangat pengelolaan sampah tumbuh lagi di masyarakat," kata Mailiya.

Saat ini, Paguyuban Bank Sampah "Srikandi Lingkungan" membina sekitar 76 bank sampah yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.

Sementara jumlah penggiat lingkungan yang tergabung dalam grup komunikasi paguyuban mencapai hampir 200 orang.

Mailiya berharap pendampingan terhadap bank sampah juga mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin optimal.

"Kami akan terus mendampingi teman-teman bank sampah untuk mengelola sampahnya. Harapannya, pendampingan dari pemerintah juga semakin kuat sehingga keberadaan bank sampah bisa terus berkembang," pungkasnya.(ih/yh)