Kriesna Cup 2026 Himpun Rp167,5 Juta, Dana Bersih hingga Rp90 Juta Disumbangkan untuk Pembangunan Masjid

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kresna yang juga Ketua DPD Golkar Bondowoso menutup kegiatan olahraga Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Desa Tegalampel, Kec. Tegalampel, Kab. Bondowoso.
Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kresna yang juga Ketua DPD Golkar Bondowoso menutup kegiatan olahraga Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Desa Tegalampel, Kec. Tegalampel, Kab. Bondowoso.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Di balik kemeriahan Turnamen Gobak Sodor Kriesna Cup 2026 di Desa Tegalampel, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso, tersimpan semangat gotong royong yang membuahkan hasil membanggakan.

Selama hampir dua bulan penyelenggaraan, panitia berhasil menghimpun pendapatan kotor sebesar Rp167.549.000, yang seluruh hasil bersihnya akan disumbangkan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin Desa Tegalampel.

Turnamen yang berlangsung sejak 6 Juni hingga 25 Juli 2026 itu tidak hanya menjadi ajang pelestarian olahraga tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa kegiatan olahraga mampu menjadi gerakan sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Panitia Kriesna Cup 2026, Husen (Mas Zen) mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan berbagai pihak.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar berkat kerja sama semua pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang menjunjung tinggi sportivitas, KORMI Bondowoso, para wasit, aparat keamanan, sponsor, seluruh panitia, dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Menurut Husen, pendapatan turnamen berasal dari berbagai sumber, mulai dari penjualan tiket, parkir, lapak UMKM, hingga dukungan sponsor. Setelah dikurangi biaya operasional, hadiah, dan kebutuhan penyelenggaraan selama hampir dua bulan, panitia memperkirakan dana bersih yang masuk ke kas pembangunan masjid mencapai sekitar Rp85 juta hingga Rp90 juta.

"Seluruh panitia bekerja secara swadaya dan sukarela tanpa digaji selama dua bulan. Kerja keras ini murni bentuk gotong royong warga untuk membantu percepatan pembangunan Masjid Nurul Yakin," katanya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan turnamen masih terdapat kekurangan.

"Kami menyadari masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan. Kritik dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan bisa lebih baik lagi," tambahnya.

Penasihat Kriesna Cup 2026 yang juga Wakil Ketua DPRD Bondowoso, Ady Kriesna, mengaku bersyukur hasil penyelenggaraan turnamen mampu melampaui target yang telah ditetapkan panitia.

Menurutnya, pada awal perencanaan panitia memperkirakan dana yang dapat dihimpun berkisar Rp50 juta. Namun, tingginya antusiasme masyarakat membuat pendapatan turnamen meningkat hingga mencapai lebih dari Rp167 juta.

"Alhamdulillah hasilnya di luar ekspektasi kami. Awalnya kami memperkirakan pendapatan sekitar Rp50 jutaan, ternyata pendapatan kotor mencapai lebih dari Rp167 juta. Ini menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan olahraga tradisional yang memiliki tujuan sosial," kata Ady Kriesna.

Ady Kriesna menjelaskan, seluruh dana bersih setelah dikurangi hadiah, biaya operasional, dan kebutuhan penyelenggaraan selama hampir dua bulan akan disalurkan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin di Desa Tegalampel.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang bekerja secara sukarela selama turnamen berlangsung.

"Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia yang bekerja tanpa menerima honor. Kegiatan ini berlangsung hampir setiap malam, kecuali malam Jumat, sehingga membutuhkan komitmen dan pengorbanan yang luar biasa. Semangat gotong royong seperti inilah yang patut terus dijaga," ujarnya.

Tak hanya berdampak pada pembangunan masjid, Kriesna menilai Kriesna Cup 2026 juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Puluhan pelaku UMKM, khususnya warga Desa Tegalampel, ikut membuka lapak selama turnamen berlangsung. Ramainya penonton setiap malam membuat omzet pedagang meningkat dan mendorong perputaran ekonomi lokal.

"Kami bersyukur bukan hanya pembangunan masjid yang terbantu, tetapi para pelaku UMKM juga merasakan manfaatnya. Puluhan warga bisa berjualan selama kegiatan berlangsung dan ekonomi masyarakat ikut bergerak. Inilah yang kami harapkan, sebuah kegiatan olahraga mampu memberikan manfaat yang luas," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tegalampel, Sugianto, turut mengapresiasi dedikasi seluruh panitia, jajaran Muspika, tokoh masyarakat, sponsor, dan warga yang telah bergotong royong menyukseskan Kriesna Cup 2026.

Menurutnya, keberhasilan menggelar turnamen sekaligus menghimpun dana pembangunan masjid menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Desa Tegalampel.

"Seluruh panitia bekerja secara lillahi ta'ala tanpa menerima bayaran. Dana yang berhasil dihimpun dari turnamen ini sepenuhnya kami alokasikan untuk pembangunan Masjid Nurul Yakin. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat sepanjang penyelenggaraan, panitia berencana kembali menghadirkan Kriesna Cup 2 pada masa mendatang.

Selain sebagai ajang pelestarian olahraga tradisional, turnamen tersebut diharapkan kembali menjadi wadah gotong royong masyarakat sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar bagi Desa Tegalampel. (ries/yh)