Catatan Mas AAS

Tulisan Sekapur Sirih Yang Aku Terima Untuk Buku Pertamaku

oleh : -
Tulisan Sekapur Sirih Yang Aku Terima Untuk Buku Pertamaku
Mas AAS

Tepat pukul 15:17 WIB, aku masuk Bus Patas Akas di Terminal Bungurasih, yang akan mengantarkan ku dari Surabaya ke kampus ITB Yadika Pasuruan di Bangil. Untuk bekerja mengajar!

Sedang duduk di bus, sambil menikmati suasana terminal, dan menikmati ayunan bus yang berjalan pelan karena mau keluar dari terminal menuju pintu tol waru. Aku mendengarkan beberapa lagu pop dari Westlife pakai headphone! Saat sedang scroll memilih salah satu lagu favorit di aplikasi Spotify! Ada notifikasi pesan masuk!

Pesan itu dikirim oleh seniorku yang kini jadi Dekan di FTP UB, Prof. Imam Santoso. Sebuah tulisan sekapur sirih atau tulisan endorse buat dimuat di buku pertamaku yang berjudul URIP IKU URUP.

Kayak anak kecil saja. Aku bahagia banget, sore ini, terima pesan dari seniorku itu, karena apa? Jujur buku berjudul urip iku urup adalah buku pertama ku, aku kayak mau melaksanakan pernikahan saja, semua urusan terkait buku pertamaku ini benar-benar aku kawal penuh, pagi, siang, malam, hehehe!

Aku awam sekali, bagaimana berkenaan dengan urusan tetek bengek nya, membuat buku, dan menerbitkannya. Yang aku tahu hanya satu saja yaitu menulis. Sehingga dikabari oleh penerbitnya, buku ku siap terbit dicetak dan segera dilakukan tanda tangan MOU adalah sesuatu banget. Semoga ini jadi momentum besar di dalam hidupku mendatang, dimana pecah telur buku pertamaku akan diikuti buku-buku selanjutnya dari penulis AAS!

Tinggal tugasku dari penerbit adalah menyelesaikan, soal tulisan untuk kata pengantar, sekapur sirih, dan kata penulis, selanjutnya! Dan tulisan dari Kanda Prof Imam Santoso adalah yang pertama kali selesai dan aku terima, sebagai tulisan endorse buat buku ku itu, luar biasa!

Dari lubuk hati yang terdalam, terima kasih, aku haturkan kepada Prof Imam Santoso. Saya terharu sekali. pak Imam, langsung menyempatkan waktu untuk membuatnya, ditengah kesibukan menggunung yang tengah blio jalani hari ini!

Dan tak mau aku menunda. Aku pun sama, ditengah rasa bahagia yang tengah melanda, aku ajak kedua jemari ini untuk menulis di hape tuangkan apa yang sedang aku alami dan rasakan, utamanya mengucapkan terima kasih kepada Prof. Imam Santoso! Ditengah bus yang tengah berlari ugal-ugalan kejar setoran.
Untung sudah biasa nulis di hape, aku gak terpengaruh mau duduk atau berdiri menulisnya di dalam bus, asal ada hp, bukan soal bagiku merangkai kata, kalimat, menjadi sebuah tulisan!

Tulisan pendek yang padat penuh informasi, serta enak dibaca, adalah satu keahlian yang dimiliki oleh Prof Imam Santoso. Dan barusan saja tulisan itu aku terima tadi, dan langsung aku kirim ke penerbit, editornya, Sekali lagi terima kasih Prof. Imam Santoso..