HUT RI ke-81, Ajeng Wira Wati: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Memutus Kemiskinan

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
HUT RI ke-81: Ajeng (kanan) bersama siswa Sekolah Rakyat, dok Jatimupdate.id/AW
HUT RI ke-81: Ajeng (kanan) bersama siswa Sekolah Rakyat, dok Jatimupdate.id/AW

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI merupakan momentum memaknai kembali arti kemerdekaan, utamanya bagi masyarakat prasejahtera.

Menurut Ajeng, kemerdekaan tidak hanya dimaknai bangsa ini telah terbebas dari penjajahan. 

"Makna kemerdekaan, juga menyangkut upaya negara membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterbatasan akses pendidikan," kata Ajeng, kepada JatimUPdate, Senin (17/8).

Ia menilai program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas pemerintah menjadi salah satu bentuk perjuangan tersebut.

“Sekolah Rakyat upaya memerdekakan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dari belenggu kebodohan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” tambah Ajeng.

Ajeng memaparkan, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan gratis. Sebab memadukan pendidikan berasrama dengan layanan kesehatan.

Pun pemenuhan pangan bergizi hingga pemberdayaan ekonomi keluarga siswa.

“Jadi ekosistemnya terpadu. Anak mendapatkan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pangan yang baik. Di sisi lain, keluarga juga didorong untuk bisa keluar dari persoalan kemiskinan,” ujarnya.

Ajeng juga mengapresiasi penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam menentukan peserta didik.

Menurutnya kelompok desil 1 dan 2 menjadi sasaran utama program tersebut.

Kendati begitu, ia menekankan mekanisme berbasis data agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

“Dengan data yang akurat, negara bisa memastikan bantuan dan fasilitas pendidikan diberikan kepada mereka yang memang berada di kelompok paling bawah. Jadi tidak berdasarkan kemampuan akademik atau siapa yang lebih dulu mendaftar,” katanya.

Ajeng menyebut semangat Sekolah Rakyat juga sejalan dengan keberpihakan kepada wong cilik.

Pasalnya kata Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu, negara hadir menyasar kelompok yang selama ini belum terjangkau.

Misalnya anak-anak yang putus sekolah maupun yang belum memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan layak.

“Semangatnya adalah memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau dan mewujudkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil. Anak-anak yang putus sekolah atau bahkan hidup di jalanan harus diberi kesempatan untuk kembali bermimpi,” tuturnya.

Ajeng juga menilai bentuk perjuangan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI mengalami perubahan.

Ajeng mencontohkan, dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata.

Saat ini tambah Ajeng bangsa Indonesia menghadapi tantangan kemiskinan dan ketimpangan.

“Kalau dulu para pejuang mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, sekarang perjuangannya adalah melawan kemiskinan dan kebodohan. Salah satu senjatanya pendidikan,” kata Ajeng.

Maka dari itu, Ajeng berharap Sekolah Rakyat tidak hanya berhenti sebagai program pendidikan. Namun untuk membangun generasi berpengetahuan dan berketerampilan.

Sehingga Ajeng optimis generasi muda mampu meningkatkan taraf hidup keluarga.

“Ini bagian dari cara kita mengisi kemerdekaan. Anak-anak dari keluarga miskin juga harus punya kesempatan untuk maju dan berdiri sejajar dengan anak-anak lainnya,” beber Ajeng Wira Wati. (Roy/Yh)