HUT RI ke-81, PDIP Surabaya Jalankan Instruksi Megawati Bantu Korban Bencana NTT

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Upacara HUT RI ke 81 di DPC PDIP Surabaya, dok Jatimupdate.id/lam
Upacara HUT RI ke 81 di DPC PDIP Surabaya, dok Jatimupdate.id/lam

Surabaya,JatimUPdate.id - DPC PDI Perjuangan Surabaya menyiapkan keterlibatan kader untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah itu merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Surabaya Agatha Retnosari menyampaikan hal tersebut dalam upacara bendera HUT ke-81 Republik Indonesia di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya, Senin (17/8).

“Yang jelas dari Ibu Ketua Umum juga ada instruksi untuk semua kader membantu bencana di NTT. Saat ini kami sedang membahas detailnya supaya seluruh kader bisa ikut terlibat membantu kawan-kawan kita yang ada di NTT,” kata Agatha.

Menurut Agatha, bantuan untuk korban bencana merupakan bagian dari semangat gotong royong yang menjadi bagian dari perjuangan PDI Perjuangan. Maka dari itu, peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

Agatha mengatakan DPC PDI Perjuangan Surabaya tengah membahas bentuk bantuan dan mekanisme keterlibatan kader agar dapat dilakukan secara terorganisir.

Menurut Agatha, DPC PDIP Surabaya saat ini juga berkonsentrasi pada penyelenggaraan Soekarno Cup yang digelar DPP PDI Perjuangan di Surabaya hingga akhir Agustus.

“Tidak ada acara yang spesifik seperti tahun-tahun sebelumnya karena saat ini kami juga fokus pada Soekarno Cup yang ditempatkan di Kota Surabaya,” ujarnya.

Selain soal bantuan bencana, Agatha mengingatkan kader mengenai posisi PDI Perjuangan yang, menurut dia, berkoalisi dengan rakyat. Kader diminta hadir di tengah masyarakat dan mendengarkan persoalan yang dihadapi warga.

“PDI Perjuangan berkoalisi dengan rakyat. Maka sudah wajib hukumnya bagi seluruh kader untuk datang ke rakyat, bertemu rakyat, ngobrol dengan rakyat, dan mendengarkan apa yang menjadi kesulitan rakyat,” tegasnya.

Agatha mengatakan PDI Perjuangan saat ini berada dalam posisi sebagai partai penyeimbang. Partai akan mendukung program pemerintah yang dinilai berpihak kepada rakyat, sekaligus mengawasi pelaksanaannya.

Jika terdapat kebijakan yang dinilai kurang tepat, kata dia, PDI Perjuangan akan menyampaikan kritik dan solusi. Sebaliknya, program yang memberikan manfaat bagi masyarakat akan mendapat dukungan.

“Kalau program pemerintah pro rakyat, tentu akan kami dukung. Tetapi dalam pelaksanaannya tetap harus ada pengawasan. Ketika ada yang kurang tepat, kami wajib menyampaikan kritik dan juga solusi. Namun jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, maka kami harus menyuarakan apa yang menjadi kegelisahan rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Agatha juga menyinggung peran generasi muda. Menurut dia, kecintaan terhadap Indonesia perlu diwujudkan dengan memberikan ruang kepada anak muda untuk berkembang dan berkompetisi.

Ia mencontohkan Soekarno Cup sebagai salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus membangun sportivitas dan kerja sama.

“Kita tidak bisa hanya menuntut anak muda untuk cinta Indonesia. Kita harus memberikan ruang kepada mereka. Soekarno Cup adalah salah satu cara memberikan ruang kepercayaan kepada generasi muda agar mereka bisa berkompetisi secara sehat dan membangun karakter yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ronny Berty Talapessy meminta kader PDI Perjuangan terus berada di tengah masyarakat. Ia juga mendorong kader memberikan pendampingan hukum dan advokasi kepada warga yang membutuhkan.

“Sebagai kader PDI Perjuangan harus selalu berada di tengah rakyat dan terus turun untuk mendampingi serta membantu rakyat yang membutuhkan bantuan hukum dan advokasi,” tegas Ronny.

Menurut Ronny, keberpihakan kepada rakyat merupakan bagian dari semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa. Karena itu, kader tidak hanya hadir ketika momentum politik berlangsung, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan sehari-hari.

Upacara HUT ke-81 RI di kantor DPC PDI Perjuangan Surabaya berlangsung khidmat. Selain upacara bendera, kegiatan diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan Indonesia. (Roy/Yh)