Aset Peradaban, Nawa Bhumi Nitimira Ibu Pertiwi

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Dodik Purwoko Ketua Umum Formasy Praja Nusantara duduk bersama Wahyu Eko Setiawan dan para penggiat Tosan Aji. 
Dodik Purwoko Ketua Umum Formasy Praja Nusantara duduk bersama Wahyu Eko Setiawan dan para penggiat Tosan Aji. 

 

Kota Malang, JatimUPdate.id- Tidak semua pembangunan dimulai dari hitungan APBD. Ada yang dimulai dari palu, api tempa, dan batu yang jatuh dari langit.

Malam itu di acara rutinan Tosan Aji,  Dodik Purwoko Ketua Umum Formasy Praja Nusantara duduk bersama Wahyu Eko Setiawan dan para penggiat Tosan Aji. 

Ada dua hal yang dibahas. Pertama, persiapan kegiatan 17-19 November 2026 di Taman Krida. Kedua, dukungan untuk HUT Disway dan Dahlan Iskan

Dukungannya konkret. FPN akan mengawal Road Map Megapolitan inisiasi Asep Kusdinar Kepala Bakorwil III Malang. Sekaligus mengawal Koridor Selatan 2045. 

Karena kota yang maju tidak boleh meninggalkan wilayah selatannya. Megapolitan untuk daya saing. Koridor Selatan untuk pemerataan.

Tengah diskusi, hadir Mpu Fanani. Ia tidak bawa slide. Ia bawa cerita.

Cerita tentang keris. Tentang sejarahnya. Tentang makna yang ditempa di setiap pamor. Keris bukan senjata. Keris adalah kitab. 

Lalu ia bicara tentang mimpinya: ada Museum Meteorite
Kenapa penting? Karena dari museum itu akan lahir ilmuwan meteorite dan metalurgi yang handal. Akan ada laboratorium. Dan suatu hari akan ada lelang meteorite bertaraf internasional dari Indonesia.

Mpu Fanani bercerita panjang tentang perjalanannya. Meneliti dan mengoleksi batu meteor. Hasil temuan terpendam di berbagai bumi Nusantara. Batu yang datang dari langit, tidur di tanah kita, dan menunggu untuk bicara.

Di kesempatan itu Dodik menyatakan sikap: FPN mendukung penuh.

Bagi kami ini Aset Peradaban, Nawa Bhumi Nitimira Ibu Pertiwi, Sembilan bakti untuk bumi pertiwi. Salah satunya: menjaga warisan agar tidak punah, dan menjadikannya mesin pertumbuhan baru.

Keris mengajari kita tentang ketekunan dan jati diri. 
Meteorite mengajari kita bahwa langit pun bisa jadi sumber ilmu dan ekonomi.

Road Map Megapolitan butuh kota yang punya karakter. 
Koridor Selatan 2045 butuh wilayah yang punya nilai tambah. 

Dan nilai tambah itu ada di sini. Di tangan para Mpu. Di dalam batu meteor. Di Taman Krida November nanti.

Kerja kita sekarang sederhana: siapkan tempatnya, siapkan orangnya, siapkan pasarnya. 
Agar aset peradaban tidak hanya dipajang, tapi menghidupi. (dek/yh)