Duit Anggaran Naik, Kok Layanan Publik Jalan di Tempat?

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

Catatan Redaksi - Kenaikan anggaran transportasi publik di kota Pahlawan sebesar 2,37 persen bukanlah prestasi, tapi justru ironi. 

Angka ini gagal menutupi proyeksi penyediaan 11 bus besar dan 30 rute feeder Wira-Wiri.

Proyeksi tersebut dirancang sejak 2018 hingga 2026, namun berjalan sangat lambat seperti siput.

Ini potret dari buruknya manajemen perencanaan dan eksekusi birokrasi yang mengorbankan kepentingan warga.

Sebagai kota metropolitan yang bergerak cepat, ruang kebjiakan di kota Pahlawan sedianya tidak lelet. 

Begitu juga pembukaan dua rute baru yang sifatnya darurat segera dieksekusi tanpa alasan ini - itu. 

Kendati begitu, apakah Pemkot akan berlindung berlindung di balik alasan klasik keterbatasan dana. 

Jika memang dibutuhkan pergeseran anggaran hingga Rp36 miliar, lakukanlah secara transparan.

Kendati begitu, ada yang hal yang perlu diingat, puluhan miliar dana yang digeser itu merupakan uang pajak rakyat. 

Dan itu sudah kewajiban mutlak pemkot mengembalikan dalam bentuk fasilitas transportasi yang cepat, aman, dan terintegrasi.

Stop berbelit-belit dengan janji di atas kertas. Tuntaskan hak mobilitas warga sekarang juga!