Kota Pahlawan Akan Dikepung Dua Mimbar Bebas, PKL dan Kebijakan Pemkot Jadi Sorotan
Surabaya,JatimUPdate.id - Kota Pahlawan Surabaya akan diwarnai dua aksi mimbar bebas pada November 2026.
Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat (Gempar) Jatim dan Cakra Muda Indonesia mengusung persoalan ketidakadilan, kesejahteraan masyarakat kecil hingga evaluasi kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
Gempar Jatim rencananya akan menggelar mimbar bebas di Monumen Patung Jenderal Sudirman, Surabaya. Namun, hari dan tanggalnya belum ditentukan.
Sementara Cakra Muda Indonesia akan menggelar Mimbar Bebas di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (10/11), mulai pukul 09.00 WIB.
Gempar Jatim menyoroti sejumlah persoalan masyarakat miskin perkotaan, mulai retribusi sampah dan kebersihan dalam tagihan PDAM, kondisi pedagang kaki lima (PKL), pasar tradisional hingga pemilah sampah.
Gempar Jatim juga mengkritik kebijakan yang dianggap menggerus kesejahteraan masyarakat kecil dan menyerukan perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus mengajak masyarakat menjaga solidaritas serta demokrasi.
Cakra Muda Indonesia mengusung tema “Mimbar Bebas Evaluasi Dua Tahun Kepemimpinan Eri Cahyadi dan Armuji”.
Mereka menyoroti kebijakan penataan PKL yang seharusnya mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi mereka.
Melalui slogan “Tertibkan Kotanya Tapi Jangan Matikan Dapur PKL Menangis Wali Kota Bengis”, Cakra Muda Indonesia menekankan penataan kota tidak mengorbankan mata pencaharian pedagang.
Mimbar Bebas juga menjadi penyampaian kritik dan evaluasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota Surabaya, utamanya terkait penataan ruang publik dan perlindungan ekonomi masyarakat kecil.
Dua mimbar bebas tersebut sama-sama membawa isu kesejahteraan wong cilik dan kebijakan pemerintah, serta penertiban PKL salah satu persoalan yang mendapatkan sorotan. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat