Catatan MAS AAS

Narasi Kecil Tentang Tahun Baru

oleh : -
Narasi Kecil Tentang Tahun Baru
Narasi Kampung Halaman

"Saatnya kita menyambut tahun dengan harapan yang baru!"


Seharian berada di kampung halaman, Klaten. Menyusuri jejak waktu, serta jejak tempat, pada banyak peristiwa yang sudah terjadi di masa silam.

Lelah raga spontan sirna berganti rasa senang dan bahagia! Karena manusia sangat melekat pada waktu, tempat, juga peristiwa, dan akan berusaha menemuinya kembali, bagaimanapun caranya. Begitu kata para kaum bijaksana.

Memang Jogja dibuat dari Angkringan. Solo dibuat dari sate, tongseng, dan tengkleng. Dan Klaten yaitu kampung halaman dibuat dari sebongkah rindu juga kenangan. Kalau makanan boleh disebut ayam kampung Kalasan, juga bakso pingpong, dahulu jadi jujugan.

Kembali datang di tempat kelahiran serta diri ini dibesarkan. Memanggil semua kepingan yang sempat tergores dan melekat di dalam benak. Susah untuk dilupakan.

Ada Gunung Merapi. Ada Gunung Merbabu. Tetap tegak berdiri dan senantiasa indah dipandang dari ujung desa. Ada Umbul Nganten. Ada Umbul Ponggok, kini sudah bersolek jadi tempat berkerumun warga yang sedang pulang dari tanah rantau, mereka ajak keluarga tuk bersenang-senang memanggil ingatan masa silam di tempat itu

Suara hewan tonggeret terdengar sesekali saja. Dan datangnya saat musim hujan seperti sekarang. Dan suara hewan jangkrik saja yang kerap terus-menerus bersautan. Dan binatang kodok berbunyi 'kwok-kwok' terdengar cukup nyaring, satu, dua, saja. Semuanya sedang bernyanyi bersama seakan menyambut kedatangan sang tamu penghuni lawas dari rumah yang bersejarah ini. Rumah tempat tinggal masa kanak-kanak serta masa remaja!

Berbarengan suara-suara yang khas terdengar nyaring di telinga di halaman rumah saat duduk di emperan rumah.
Di atas tanah di halaman yang sama. Pohon rambutan, pohon mangga, serta pohon kelengkeng, sedang berbuah banyak. Dan siap dipanen, dibawa pulang di tanah rantau, bagi salah satu penghuni yang sempat besar dan bermain dengan riangnya di halaman rumah ini, pada saat masa silam.

Halaman rumah tetaplah halaman yang sama. Pohon yang berbuah boleh jadi berubah jenis dan namanya. Namun kini semua tampak berbeda.

Anak-anak kecil yang dahulu tahunya hanya tertawa dan bahagia itu. Kini tidak bisa menghindar dari perubahan, mereka sudah beranjak dewasa dan menua.

Dan orang tua yang dahulu sangat sabar dan menyayangi anak-anak kecil itu. Kini anak-anak itu, hanya mampu ucap terima kasih dan haturkan doa terindah ke langit tertinggi. Bapak dan Ibu semoga bahagia selalu di alam sana, amin.

Dan malam ini. Adalah malam terakhir. Di hari terakhir di penghujung tahun 2022. Esok pagi adalah hari baru di tahun yang baru 2023.

Masa lalu menjadi kenangan, masa kini menjadi kenyataan, dan masa depan adalah sebuah harapan.

Dan berharap apa yang terdapat di halaman rumah sekarang adalah gambaran sebuah harapan yang bakalan terjadi teruntuk semua penghuni dari rumah peradaban ini. Dari rumah ini, sebuah peradaban dibangun tentang manusia-manusia yang mampu berbuat kebajikan di dalam setiap jengkal aktivitas hidupnya di masa depan. Semoga dan amin.

Itulah kilas waktu yang pernah dialami seorang anak manusia. Di penghujung hari, di malam tahun yang baru ini. Yang akan tiba dalam beberapa jam lagi saja.

Selamat tahun baru teruntuk Anda semua. Selamat menyambut datangnya hari dan tahun yang baru esok pagi! Kiranya kesehatan, kekayaan, kebahagiaan, dan keberkahan hidup bakalan selalu Allah SWT berikan di dalam kehidupan kita bersama, amin YRA


AAS, 31 Desember 2022
Halaman Rumah di Kampung Halaman, Klaten