Catatan Mas AAS

Cara Kreatif AAS Menulis

Reporter : -
Cara Kreatif AAS Menulis
Mas AAS

CARA KREATIF AAS MENULIS!


Setiap aktivitas manusia sekecil apapun sudah bisa jadi bahan tulisan.

Baca Juga: Pengalaman Mengajar Hari Ini!

Saat ia sedang berjualan nasi goreng. Sedang bekerja jadi ojek, sedang mengajar. Bahkan saat di dalam mobil sedang dengarkan musik dengan beat jedag jedug yang semangat di dalam gerobag rodo papat sudah memantik ide tulisan.

Tidak saja menyoal kegiatan privat yang personal saja yang bisa ditulis. Namun, juga kegiatan orang lain, apapun itu.

Itulah sebuah rekontruksi sebuah bahan tulisan yang tak pernah akan ada habisnya jadi bahan sebuah tulisan.

Contoh pada kejadian yang aku lihat pada pagi ini tadi. Di lampu merah banyak orang terburu-buru sampai ke tempat tujuan, lampu merah dibuat untuk dilanggar bukan untuk berhenti sejenak. Kenapa bisa seperti itu? Setelah masuk ke sebuah perumahan ketemu mlijo teman cangkruk yang tengah bekerja jajakan barang dagangan sambil berkeliling pakai motor, dengan penuh bawaan di jok belakang. Motor berjalan cepat jemput para pembeli setianya yaitu para Mahmud (emak-emak muda) di perumahan. Apa yang dipikirkan si Herman saat mulut nya tak pernah diam tawarkan produknya "sayur-sayur"!

Gerobak roda empat ku yang membawaku menuju ke tempat seseorang untuk sampaikan titipan. Aku bertemu seorang ibu muda sedang gandeng anak lelakinya antarkan sekolah. Entah sekolah apa, ini kan Sabtu. Si ibu itu sambil gandeng tangan kirinya sang anak dan tak lupa kasih khotbah dan petuah yang panjang kali ke anaknya. Aku tidak tahu apa anaknya nakal, atau apa karena keinginan yang terlalu besar, dengan di kasih khotbah panjang, berharap anaknya kelak dikemudian hari bisa jadi kayak pak Jokowi, Presiden RI. Atau jadi mas Erik Tohir jadi menteri. Barangkali lho ya!

Belum lagi lirik dan nada sebuah lagu favorit. Itu juga jadi sebuah bahan tulisan. Dari judulnya saja bisa, dari penggalan lirik juga dapat, bahkan melihat sang vokalis bernyanyi bisa dibuat tulisan.

Artinya rekontruksi ini, membuat kita berpikir ulang layaknya membayangkan apa yang dipikirkan dan akan dibuat oleh seseorang saat beradegan sesuatu. Bagaimana kalau diri kita yang alami, dan selanjut, dan selanjutnya.

Baca Juga: Anda Hanya Kalah Ketika Anda Menyerah!

Sehingga mas AAS tak pernah kehabisan ide yang akan dibuat jadi bahan tulisan, setiap harinya. Bahkan pada hari-hari tertentu saat sedang bahagia ataupun sedih, kedua keadaan itu bisa memproduksi hormon andrenalin menulis meningkat signifikan!

Jujur tema-tema domestik seperti ini sejak awal memulai memahat huruf hingga kini masih jadi tema yang ditulis. Tetap dengan gayanya ala guyon maton parikeno.

Apabila mau ditingkatkan untuk menulis menganalisis fenomena-fenomena yang terjadi di ruang publik. Wah jadi tak sempat istirahat kedua jempol mas AAS memahat huruf di atas gawai. Perlu diketahui alat saya menulis hampir bertahun-tahun selama ini bukan gunakan laptop namun pakai hape! Hingga kedua jempol saya baik jempol tangan kanan dan kiri, ujungnya sampai kapalan mati rasa. Karena begitu senangnya menari memilih huruf-huruf yang ada di keypard gawai untuk dibuat tulisan.

Mungkin tulisan esai atau tulisan jenis opini bisa dipilih untuk analisis dan berpendapat atas kejadian-kejadian terkini di ruang publik. Dan kudu siap berdiskusi dan patut dicoba nantinya. Dan tentu saja kudu banyak memamah informasi entah artikel, buku, atau berita terkini. Untuk memperkuat dan memperkaya argumen dalam sebuah tulisan yang akan dibuat nantinya.

Sekali lagi karena menulis ini adalah sebuah keterampilan. Meski sudah tahu ilmu dan teori menulis. Sudah tahu cara kreatif membuat tulisan. Dan sudah banyak membaca memamah informasi terbaru. Namun saat jemari itu tidak dipaksa menulis. Ilmu dan teori menulis itu hanya akan tinggal teori saja.

Baca Juga: Menjadi Eksis itu Hukumnya Wajib bagi Anak Republik Ini!

Kadang, informasi di atas. Saya ceritakan kepada mahasiswa ketika tengah ngajar di dalam kelas kuliah. Apa jawab mereka "siap" pak! Dan saat itu juga ia buat tulisan dan sudah lumayan hasilnya. Tapi keesokan harinya ia tidak nulis lagi. Baru tahun depan nya ia menulis karena ketemu mata kuliah saya. Gimana coba? Ya pastinya kedua jempol dan jemari itu akan grotal gratul untuk diajak menulis.

Jadi, karena waktu ini singkat dan sering melenakan. Kalau tidak dibuat hidup yang produktif. Produktif bekerja jemput rejeki buat keluarga. Nah di saat sela tidak bekerja kenapa tidak kita pakai jemari kita itu buat menulis!

Demikian!


AAS, 21 Januari 2023
Ruang Belajar Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Redaksi