Berusaha Pantaskan Diri

Reporter : -
Berusaha Pantaskan Diri
Menuju semhas mas AAS

Dan otak imajinasi saya tidak bakalan nutut. Tentu saat menulis mesti harus ada pemicunya. Barulah saya akan mampu menulis sesuatu dengan panjang juga mampu dikalikan dengan lebarnya sebuah pemahaman akan topik yang ditulis. Tak lupa tentu saja dengan pelibatan hati, pikiran, dan segenap panca indera ini! Agar tulisan menjadi menarik harapannya.

"Siap bapak. Mohon maaf, hari ini saya sedang kejar tayang selesaikan urusan domestik." Belajar materi ujian tentunya tak lupa latihan presentasi. Agar saat menjalani ujian semhas nanti berjalan lancar. Begitu kataku!

Baca Juga: Hasrat Menulis Sesuatu

Seharian ini di dalam ruang belajar saya, yang ruangannya kadang remang juga terang menyesuaikan suasana hati dari penghuninya. Saya harus berpikir keras, apa yang harus saya tulis ya? Saya akui, bahwa seharian ini memang belum ada karya literasi berupa tulisan yang saya buat.

Untuk saya upload di kolom Catatan Mas AAS di portal yang sedang berkibar di Jawa Timur di atas.

Saya tak kurang akal. Kenapa tidak aku tulis tentang kejadian hari ini saja. Toh corak dan pola tulisan saya kan memang seperti itu?

Baiklah saya memilih menulis itu saja. Saya kudu rehat sejenak setelah belajar seharian ini di ruang privasi saya di dalam rumah.

Nanti usai sowan solat Maghrib. Saya kembali duduk manis, di meja belajar. Sambil ditemani suara merdu mbak Dana Winner nyanyikan lagu favorit saya one moment in time. Dan kedua jempol saya itu pun mulai menari pelan di atas gawai jadul saya!

Mari kita lanjutkan membacanya ya.

Pada kesempatan kali ini ijinkan saya menulis tentang apa itu sih ujian semhas seminar hasil penelitian. Dan apa yang dirasakan oleh seorang mahasiswa program doktoral saat tengah menunggu hari, jam, menit, dan detik dirinya menjalankan momen yang membuat hari-harinya tak bisa tidur nyenyak, makan tak nikmat, dan duduk tak nyaman. Benar, kapan jadwal ujian itu datang, dan bagaimana diri ini persiapkan diri. Semuanya sudah kayak seorang lelaki sedang berusaha melamar kepada seorang ayah dari seorang wanita yang bakalan dipinangnya menjadi istri!

"Ah, mas AAS lebay deh! Tidak juga begitu kali."

Itu benar bukan saya mengada-ada. Hehehe.

Tidak tahu, sekolah tertinggi ini membuat saya benar-benar serius menjalaninya. Apakah saat kuliah S2, dan kuliah S1, tidak serius? Bukan begitu, di kuliah pada strata S3 ini benar-benar, saya digerakkan oleh Semesta benar-benar berbeda banget dari kuliah-kuliah sebelumnya. Apa ini karena jawaban dari Tuhan. Karena sejak diberi amanah oleh Allah, kalau saya bisa kuliah S3 akan serius. Itu dahulu nadzar saya di awal-awal sebelum diterima.

Karena tipikal saya adalah orang yang setia. Janji kepada semesta itu yang membawa kepada perilaku saya, saya begitu detil kudu siapkan apapun sesuai pada porsinya. Juga untuk acara semhas kali ini, ups!

Baca Juga: Tinggal Bermanifest Saja

Sebuah penelitian dikerjakan lalu bagaimana sebuah laporan penelitian itu lalu dibuat. Saya kira konten dan pola urutan bab-bab nya di tulis tidaklah jauh berbeda. Meski saja S1, S2, dan S3. Adalah menghasilkan luaran yang berbeda-beda. Namun di dalam laporan ilmiah yang dibuatnya tak akan berlari dari bab pendahuluan, bab kajian pustaka, bab kerangka konseptual dan hipotesis penelitian, bab metode penelitian, bab analisis hasil dan pembahasan, dan terakhir bab penutup.

Nah seharian ini tadi, bahkan sudah sejak lama. Keenam bab itu harus saya pahami, kuasai dengan begitu detil. Meski disertasi setebal hampir ratusan halaman itu bahkan mendekati tiga ratus halaman. Harus saya rangkum hanya dalam beberapa puluh lembar saja.

Penyakit migren kepala dan rada sesak napas di dada pun dimulai. Kepikiran apa saja yang harus saya kuatkan pemahamannya. Ya tentu saja semuanya bukan? Hehehe. Saya harus mulai dari mana ini meringkasnya.

Karena saya sudah tahu polanya apapun saja itu kalau sekadar dipikirkan. Tidak bakalan kemana-mana. Dan tentu saja rasa pusing serta rasa  dag dig dug akan semakin kuat menyerang menghampiri tubuh dan pikiran ini.

Tidak ada jalan lain tabrak saja. Saya pun mulai pelajari dengan detail tiap bab di dalam disertasi yang saya buat. Satu bab demi satu bab, benar-benar harus saya kuasai dan pahami.

Sehingga boleh dikatakan satu hari ini tadi, boleh dikatakan hampir 90 prosen persiapan untuk ujian semhas itu sudah kelar saya kerjakan. 10 prosen tinggal berharap ridho Allah SWT, agar diberi kemudahan dan kelancaran saat melaksanakan ujian nantinya, amin.

Boleh jadi, memang berbeda kuliah di jenjang S1, S2 dan S3 itu. Karena saat melaksanakan kuliah di strata tiga sekarang. Benar-benar saya merasa sebagai seorang mahasiswa.

Baca Juga: Belajar Manajemen Dari Semut Hitam

Tentu saja saya melakukan hal hingga demikian kerasnya. Saat belajar dan kuliah di level yang sekarang. Itu dikarenakan, saya ingin membalas dan berbakti kepada Sang Pemilik Alam, atas nikmat yang sudah diberikan. Karena saya diberi kesempatan bisa kuliah.

Saya berharapan besar semoga kuliah S3 saya bisa lulus tepat waktu. Kapan? Semester genap di tahun 2023 ini. Dan ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat membuat hidup ini semakin berdampak untuk orang banyak serta berkah. Amin.

"Demikian tulisan yang saya pahat pada hari ini, pak redaktur. Meski dikirim malam hari. Kiranya berkenan."

Dan malam ini benar-benar saya begitu berbahagia. Memanglah benar bahwa rekreasi terindah di dalam hidup ini adalah dengan bekerja hingga tuntas! Begitu dahulu yang pernah saya dengar dari apa yang disampaikan dari guru saya sewaktu sekolah di SMA. Dan sabda kebenaran tentang hal tersebut saya alami pada malam yang semakin temaram sekarang!

Maturnuwun Gusti.


AAS, 3 Februari 2023
Ruang Belajar Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Redaksi