Indeks Demokrasi Jatim Membaik, Modal Pendekatan Kultural dan Spiritual Wujudkan Pemilu 2024 Tertib

Reporter : -
Indeks Demokrasi Jatim Membaik, Modal Pendekatan Kultural dan Spiritual Wujudkan Pemilu 2024 Tertib
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan Cangkruan bersama Menkopolhukam Mahfud MD di Surabaya, Selasa (28/2)

Surabaya, JatimUPdate.id,- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam kesempatan Cangkruan bersama Menkopolhukam Mahfud MD di Surabaya, Selasa (28/2) menyebutkan bahwa berdasarkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI ) metode baru tahun 2021 di Jatim mencapai 81,31 persen. 

Khofifah menilai bahwa Harmonious Partnership Jadi Modal Wujudkan Pemilu 2024 Tertib, Dikuatkan dengan Pendekatan Kultural dan Spiritual. "Saya optimis bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 di Jawa Timur akan berlangsung dengan tertib, jujur, adil, aman dan juga lancar. Hal ini didukung dengan kondusifitas yang terbangun dari seluruh entitas di Jawa Timur, termasuk di dalamnya seluruh lintas elemen yang saat ini telah terbangun dengan harmoni." ungkapnya

Baca Juga: Presma ITERA 2024: Suara Mahasiswa dalam Pemilu 2024

“Di Jatim, kearifan lokal terbangun dengan sangat baik karena masing-masing entitas punya soliditas untuk menjaga harmoni,” kata Khofifah.

Soliditas tersebut, dikatakannya, terwujud berkat upaya yang dilakukan Gubernur Khofifah dalam Nawa Bhakti Satya yaitu Jatim Harmoni. Harmonious Partnership bahkan telah dijadikan sebagai ruh setiap program agar semua elemen dan entitas ikut diajak berbicara dan dilibatkan.

Oleh sebab itu, dalam diskusi Cangkrukan Menkopolhukam yang mengulas upaya untuk mewujudkan Tahun Politik 2024 bisa berjalan tertib, menurutnya ada dua hal yang tidak boleh ditinggalkan. Yaitu melakukan pendekatan dan penguatan di sisi kultural dan spritual agar Pemilu bisa berjalan tertib.

Pendekatan kultural, kata Gubernur Khofifah, perlu dibangun dengan menjalin komunikasi dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat serta budayawan yang menjadi simpul-simpul di masyarakat.

“Sedangkan untuk pendekatakan dan penguatan spiritual saya rasa sudah ada dari sila ke satu Pancasila. Misalnya setiap Jumat, khotib dipesankan ikut berdoa untuk ketertiban, keamanan serta kedamaian  bangsa dan agar masyarakat Indonesia tetap guyub rukun  dan NKRI kokoh. Begitu juga di gereja-gereja, vihara, dan seterusnya ada doa untuk kedamaian bersama,” tegas Gubernur Khofifah.

Ditekankan Gubernur Khofifah, harmonious  partnership tidak bisa hanya dilakukan dengan pendekatan struktural, tetapi juga harus turut menjaring ide-ide kearifan lokal dari berbagai suku di seluruh daerah yang ada di Jatim. Ketika mereka saling bertemu, sesungguhnya perekat harmonious  partnership semakin terbangun.

Baca Juga: Ungkapan Rasa Syukur Pemilu Berjalan Lancar, Bawaslu Bondowoso Bagi Takjil Dan Buka Puasa Bersama

Selain itu, sinergitas serta upaya yang sudah dilakukan Pemprov Jatim, diikuti dengan tingkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jatim yang secara prosentase dinilai baik. “Berdasarkan IDI metode baru tahun 2021 di Jatim mencapai 81,31 persen," imbuhnya.

Untuk itu, Gubernur Khofifah mengapresiasi melalui kegiatan ini, semakin menumbuhkan rasa persaudaraan dan kesatuan berbangsa dan bernegara sesama umat manusia. Pra conditioning seperti ini akan sangat membantu bagaimana sebetulnya meeting of mind diantara seluruh stakeholder Jawa Timur bersama-sama menjaga suasana aman, tertib, damai dan demokratis.

"Ini format yang bisa menyemai damai, menyemai kasih dalam mewujudkan tertib Pemilu serentak 2024 mendatang," tandasnya.

Adapun, beberapa upaya dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim untuk mewujudkan Pemilu yang tertib diantaranya melakukan penyiapan penganggaran untuk pelaksanaan serta untuk pengamanan Pilkada 2024.

Baca Juga: Perolehan Suara Arjuna Fantastis, Cak Ji Klaim Setahun Pesiapan dan Turun ke Bawah

“Dalam keputusan gubernur pada tanggal 2 Februari 2023, ada dukungan pendanaan pilkada serentak yang sudah selesai. Provinsi Jatim menjadi referensi penyiapan anggaran 2024 karena sudah selesai pertama kali," tuturnya.

Selanjutnya, melakukan kerjasama dengan instansi terkait Bawaslu, TNI/POLRI, Binda, untuk pemetaan potensi adanya kerusuhan saat Pemilu. Menerbitkan Surat Edaran Gubernur Jatim kepada ASN Jatim agar netral saat Pemilu, melakukan koordinasi dengan Kabupaten / Kota untuk penyiapan personel dan ruangan sekretariat PPK, berkoordinasi dengan TNI AL untuk pendistribusian logistik ke pelosok Jatim serta melakukan koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat serta partai politik sebagai upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. Terakhir melakukan sosialisasi Pemilu secara masif dan serentak kepada masyarakat, termasuk pemilih pemula.

"Mari menjadi masyarakat yang bijak dalam menyambut pesta demokrasi tahun 2024 mendatang. Semoga penyelenggaraan Pemilu dan Pemilukada secara serentak kelak dapat melahirkan pemimpin yang sesuai dengan harapan kita semua," jelasnya. (Yah)

 

Editor : Redaksi