Catatan MAS AAS

Buka Lapak

Reporter : -
Buka Lapak
Mas AAS

"Memulai perlu keberanian, membesarkan perlu ilmu. Itulah kuncinya dalam berbisnis!"


"Gus coba Anda ceritakan bagaimana cara Anda membuka sebuah lapak usaha?" Seorang kawan menodong ku dengan tanya spontan nya!

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

"Esuk-esuk pitakon mu wis nggarai aku mikir ae?" Sedikit protes aku sampaikan ke si penanya, tapi antusias juga untuk menjawabnya!

"Harus mulai darimana ya? Aku harus menjawab pertanyaanmu itu?"

Begini, tidak aku pungkiri kebiasaan seseorang berkumpul dengan siapa? Itulah yang membuatku ada ruang di jiwa ini memiliki nyali untuk melakukan sesuatu. Buka usaha misalnya! Itu sebuah ilmu di satu sisi. Kedua, kaitan dengan jenis usaha: produk atau jasa itu soal berikutnya.

Dahulu aku banyak ikut seminar buka lapak usaha diberbagai kota dan wilayah. Aku banyak berkumpul dengan para manusia yang punya mental dan pikiran positif.

Di situlah embrio benih mental berwirausaha ku ter-install dalam diri.

Itu teorinya. Sebelum saya berlanjut membahas lapakan usaha apa saja yang pernah aku jalani.

Aku harus tahu diri dahulu, siapa diri ku itu. Ini penting sebagai seorang manusia harus tahu tentang siapa dirinya. Karena itu menjadi cikal bakal seseorang itu melakukan kegiatan selanjutnya.

Pertama, sebagai pribadi aku itu tipikal orangnya tidak bisa diremehkan, itu satu hal.

Kedua, aku itu orangnya sangat suka dengan tantangan, ada semacam target hidup yang harus dicapai di dalam bekerja.

Ketiga, aku orang nya harus menjadi terbaik dalam usaha, atau profesi yang aku jalani!

Dan ketiga karakter ini sangat mempengaruhi irama saya dalam bekerja, atau membuka lapak usaha, kalau dikaitkan dengan pertanyaanmu, itu.

Tiga karakter dasar di atas semacam DNA alamiah yang ada di dalam diriku. Ada plus minusnya pasti.

Tinggal aku fokus dikelebihannya saja sehingga kelemahan akan hilang dengan sendirinya!

Di dalam pekerjaan dimanapun saja. Bila aku tidak punya tantangan yang diberikan oleh institusi.

Aku secara pribadi harus mencari tantangan sendiri, bahkan dengan suka rela kadang malahan menantang orang lain untuk berkompetisi meraih dan mencapai sesuatu.

Di situlah aku merasa hidup aku bisa mengeluarkan api yang ada di dalam DNA ku!

Jadi berkompetisi, bertarung, semacam kolam renang ku untuk bersenang-senang, aku bisa berolahraga dan bisa tampil maksimal. Tidak ada tawaran dari luar, aku buat palagan pertarungan sendiri. Itu yang membuat aku antusias untuk hidup.

Ketika ada tantangan, secara auto aku bisa mengkolaborasikan resources yang dimiliki atau menjalin kerjasama dengan mitra untuk mencapai sebuah target yaitu goal tercapai lalu menang!

Dalam hal membuka lapak usaha polanya juga seperti itu. Aku bisa belajar dengan beli bisnis orang lain: macam beli francaise nya Serabi Keraton dari Jogja saat itu. Yang aku buka usahanya dengan menyewa tempat di Alfamart saat itu! Terus usaha travel umroh haji Arminareka Perdana.

Aku pinjem modal ke bank buat beli bisnisnya. Lalu jalani usahanya. Hasilnya aku bisa tunaikan ibadah juga ajak saudara, dan tentunya aku sudah antarkan banyak jamaah melaksanakan ibadah Haji dan Umroh ke Mekah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawaroh.

Senang saja. Itu jenis usaha yang aku beli bisnisnya dari orang lain!

Lalu belajar bikin usaha sendiri. Yaitu lapak usaha nasi goreng Mbah Joyo, dan lapak usaha camilan kentang ulir goreng yaitu Mister Kentang Kriwul!

Karena ini produk sendiri tak perlu aku membayar royalti. Dan usaha ini masih berjalan hingga kini!

Kawanku itu biasa aku panggil si Jek.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

"Jek, aku perlu berterima kasih, kepada diri ku sendiri, kalaulah aku memiliki sebuah attitude yang telah menjadi watak dan kepribadian ku hingga sekarang!"

Aku sangat on time orangnya. Dan hubungannya dengan watak itu, aku orang yang bisa dipegang omongannya kata orang sih, tapi aku tahu juga, aku paling benci juga ketika orang itu tak bisa dipegang omongannya.

"Aku bisa marah habis-habisan meski itu bos ku."

Jadi pada titik tertentu, di dalam hidup ini. Hanya satu modal hidup itu. Yang aku bisa pertahankan. Lainnya mungkin aku tidak punya.

Dan ilmu berwirausaha semacam itu selalu aku ajarkan transformasi kan kepada anak didikku.

Nah, itu berkaitan dengan bagaimana cara saya membuka lapak usaha.

Aku benar-benar harus menggunakan bahan-bahan dengan kualitas A untuk produk nasi goreng Mbah Joyo yang aku buka dan jual lapaknya. Apabila aku sendiri sebagai owner nya menyukai taste nya, maka aku pasti kan pembeli juga akan suka! Sesederhana itu kalau lapak kuliner.

Konsistensi itu yang aku jaga. Konsistensi kualitas produk dan caraku melayani!

Dalam usaha jasa juga demikian, saat dahulu menjalankan bisnis travel umroh dan haji.

Sehingga aku sangat percaya diri, bahwa apapun produk baik barang atau jasa yang aku buka lapaknya. Pasti laku. Itu saja. Dan ini tentu ilmu yang tidak gampang. Karena menyaratkan kita mempercayai diri sendiri dahulu.

Nah dalam profesi ku yang sekarang juga berlaku rumus yang sama. Sebagai pendidik aku menjalaninya dengan mengaplikasikan mental dan jiwa kewirausahaan ku.

Menjadi pendidik yang berbeda tidak sekadar asal bekerja, akhir bulan atau awal bulan dapat gajian. Aku tak mau menjadi pendidik yang seperti itu.

Menjadi pendidik, atau bisa disebut dengan dosen. Profesi ini sudah menjadi lahan bisnis bagiku kini. Bagaimana mahasiswa menyukai caraku dalam mengajar dan mereka hadir dikelas dengan antusiasme yang tinggi, adalah target dalam profesi yang aku jalani sekarang.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Dan aku juga harus berani serta royal untuk berinvestasi leher ke atas, untuk terus menaikkan portofolio dan kompetensi diri. Semua itu aku dedikasikan untuk memuaskan para pelanggan ku, yaitu para mahasiswa.

Salah satunya adalah dengan belajar menulis. Dan melahirkan buku!

Aku tidak perlu pusing lagi soal masa depan yang akan aku alami. Tugas utamaku adalah menjaga attitude utamaku, dan selalu mau berinvestasi dan belajar terus.

Memastikan itu tetap aku miliki jalani, adalah cara paling efektif lapak usaha kita akan selalu sukses, dan tentunya mengandalkan dan bersandar kepada Sang Illahi Robbi.

"Cukup itu saja jek, cara ku membuka lapak usaha dan menjalankan usahanya," paham jek!

"Ternyata banyak juga ya, caranya, Gus?"

"Tidak juga. Miliki watak baik satu saja, dan gunakan watak itu untuk menjalankan usaha! Jalani itu semua dengan tekun sehingga oleh semesta kita sebagai manusia yang berproses akan diberi teken lalu tujuan hidup itu akan tekan!"

Dari situ usaha atau profesi dan pekerjaan itu akan abadi. Dan sebagai manusia kita akan memiliki kepuasan batin.

Dan berdasarkan pengalaman empiris, apabila kepuasan batin kedua belah pihak telah terjadi. Antara penjual dan pembeli, dan semacamnya. Maka kepuasan dan kemakmuran materi akan dialami, tinggal tunggu waktu saja menghampiri pelakunya!

"Terus watak utama yang kamu miliki apa jek? Untuk garansi bahwa orang lain mau bekerjasama dan mau membeli barang atau jasa dari lapak usahamu?"

"Nah, itu Gus, aku masih belum jelas orangnya!"

 


AAS, 27 Maret 2023
Emper Ngomah Rungkut Surabaya

Editor : Wahyu Lazuardi