Catatan Mas AAS

Debat Pendukung Capres Semakin Seru

Reporter : -
Debat Pendukung Capres Semakin Seru
Catatan MAS AAS

Bagaimana pun sesuatu yang visual lebih mampu mendobrak perhatian pembaca!


Seseorang saat diceritakan sesuatu, tak spontan akan menerima, setelah ia menyaksikan sendiri peristiwanya.

Baca Juga: Hasrat Menulis Sesuatu


Demikian juga sebuah gambar tanpa caption tidak mampu menggerakkan kerumunan massa, dibanding sebuah video pendek yang dibuat sedemikian agitatif dan provokatif, spontan akan langsung disambar dalam pikiran lalu melekat dalam benak si penonton!


Dan pattern seperti itu dipahami benar, bagi kelompok, serta individu yang paham akan sebuah komunikasi itu dibuat. Apalagi komunikasi di dunia Maya!


Hari-hari ini, semakin hari. Di dunia WhatsApp grup, selalu berseliweran, gambar, video, yang diunggah oleh anggota WAG.


Semua anggota dan pendukung fanatik capres pada membawa: data, opini, tulisan, dan unggah video! Di grup WhatsApp.


Semua isinya tentang pernak-pernik soal capres! Diakui atau tidak ini adalah tahun politik.


Semua mendadak menjadi manusia politik. Ya, ini konsekuensi dari sebuah pilihan demokrasi. Semua bebas bersuara dan berkehendak untuk menyampaikan dan sebarkan pikiran dan opininya!


Asyik-asyik saja bila itu terjadi. Dan biarlah keseimbangan opini dan propaganda terjadi. Siapa yang harus merawat keseimbangan itu? Tentu oleh setiap individu juga kelompok yang sudah memiliki pilihan juga sikap!


Jangan lupa bahwa pada prinsipnya, setiap orang dan kelompok di negeri demokrasi ini, semua pribadi sudah memiliki pilihan, juga pikiran, bagaimana sebaiknya negeri ini dijalankan, dipimpin, dan dinahkodai!


Tidak bisa bahwa kelompok yang satu lebih baik dan benar dari kelompok yang lainnya. Juga individu satu lebih memiliki otoritas berbicara kebenaran dari individu yang lainnya!


Maka sudah benar, bahwa para founding fathers telah mengakui eksistensi dari negeri ini adalah sebuah negeri yang memiliki spirit Bhineka Tunggal Ika berbeda namun tetap satu jua!


Tapi pusaka ini, akan senantiasa diuji dalam setiap jaman. Utamanya dalam setiap momen pilpres. Sejauh mana kesadaran menjaga keanekaragaman jati diri bangsa ini, tidak dihancurkan tersebab adanya perbedaan pilihan capres dan pendukung fanatiknya!


Pendukung fanatik capres, sudah menjadi bahaya laten. Kalau tidak dirawat serta memiliki kesadaran yang sama sebagai sebuah komunitas anak bangsa dari negeri yang sama!


Karena ketidakmampuan masyarakat arus bawah, untuk melek politik, plus kelakuan para pendukung fanatik capres. Maka ujungnya masyarakat di arus bawah akan dijadikan sebagai makanan empuk. Tidak saja mendulang suara, seperti perintah sang junjungan. Juga dapat digunakan untuk mengaduk-aduk dasar dan ideologi bangsa!

Baca Juga: Tinggal Bermanifest Saja


Ini tentu saja, yang patut untuk dilawan!


Karena keniscayaan dalam tahun politik. Segala manuver, baik berupa tulisan, gambar, juga video. Yang bertujuan untuk membangun opini akan selalu berseliweran di berada media sosial kita. Dan hari-hari ini yang paling masif adalah di platform WhatsApp grup!


Tidak masalah bila masih berimbang. Tidak masalah lagi kalau yang dishare itu: tulisan sendiri, photo sendiri, dan video yang dibuat sendiri!


Sayang sungguh sayang, itu semua cuman berita terusan. Yang kebenarannya masih layak untuk diperbincangkan!


Apalagi berbekal pengetahuan akan AI (artificial inteligen). Apa pun bisa dilakukan oleh mesin AI dengan dengan kemampuan generate nya! Dan manusia yang mengoperasi kan mesin itu, kita tidak tahu ideologinya.


Di sinilah, bagi kaum yang waras dan mencintai negeri ini. Tidak boleh diam.


Menghadapi gempuran informasi yang selalu berganti tiap detiknya dengan satu tujuan yang pasti!


Mengabdi kepada satu junjungan. Harus menang, dan harus terpilih.

Baca Juga: Belajar Manajemen Dari Semut Hitam


Menanti sambil rebahan, melihat aktivitas para kaum fanatik capres. Bekerja keras membangun opini, tentang junjungannya di WhatsApp grup pada hari ini!


Karena semakin hari semakin mendekati hari H, obrolannya tidak akan mereda, tambah seru, iya! Biarkan saja!


Tapi, jangan bawa-bawa ayat dan firman saja, itu harapannya! Ini murni pertandingan bagaimana memenangkan capres di momen pilpres. Itu saja!


Kalau sudah bawa ayat juga agama, menjadi tidak valid dan reliabel lagi pertarungannya.


Silakan dilanjutkan perdebatannya. Sebagai jamaah dari sebuah grup WhatsApp, tetap menjadi penonton dan penyimak yang aktif, meski silent, responnya!


Demikian saja. Hidup NKRI.


AAS, 17 April 2023
Surabaya Kota Pahlawan

Editor : Wahyu Lazuardi