Catatan Mas AAS

Sebuah Pola

Reporter : -
Sebuah Pola
kopi pagi

Seruput kopi pagi dahulu mas se!


Ada sejuta alasan dibuat oleh manusia saat jatuh. Ada sejuta alasan yang bisa dibuat juga untuk manusia itu bangkit!

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus


Dan semuanya ketika ditemukan oleh setiap anak manusia, ia memiliki pola yang bisa jadi berbeda-beda. Antar manusia satu dan lainnya.
Saat anak manusia itu menemukan jalan untuk bangkit dari keadaan jatuh.


Dan hal ini bisa berlaku juga untuk sebuah organisasi, atau institusi juga, malahan sebuah negara. Di tangan pemimpin nya.


Tapi tulisan ini tidak diarahkan membahas ke soal masalah organisasi apalagi negara, terlalu panjang nantinya. Dan itu bukan kelangenan penulis untuk memotret lalu memahat nya menjadi sebuah anyaman huruf-huruf yang ditata! Karena akan membuat menjadi kompleks nantinya. Kan maunya yang simple-simple saja.


Lebih senang membahas persoalan nan sederhana saja yang melingkupi dan acap kali dialami dalam keseharian hidup nya manusia. Dan kabar baiknya mulai dari Presiden hingga ojek online punya masalah!


Apa karena ini berangkat dari fokus keilmuan yang selalu dipelajari penulis adalah perihal ilmu SDM (Sumber Daya Manusia), itu bisa jadi.


Namun sejak jaman lawas, sejak masih kanak-kanak, dunia manusia dengan segala hiruk pikuknya sudah menjadi tema yang begitu antusias bagi penulis, untuk membahasnya dalam model guyon maton parikeno.


Baik saat penulis sedang kumpul berbincang dengan pejabat negara, kyai, orang pintar, pinisepuh, juga malahan saat kumpul dengan Bromocorah, kaum proletar, bahkan germo sekalipun yang keberadaannya menjadi cacian dan cemoohan masyakarat di sekitarnya.


Sekali lagi tema tentang sebuah pola bagaimana manusia itu bisa keluar dari jeratan, beban, atau keadaan yang menghimpit hidupnya, lalu mereka bisa berhasil mengendalikannya dan kemudian tampil keluar menjadi pemenang dalam kehidupan! Adalah selalu membuat penulis bersemangat.


Berdiskusi, mendengarkan, lalu meng capture apa yang terjadi? Yang dialami pelakunya langsung, adalah sebuah keasyikan tersendiri, bisa jadi dalam pendekatan sebuah metode penelitian, pendekatan kualitatif adalah jawaban yang pas yang bisa dipakai untuk jelaskan fenomena itu.


Kembali ke soal pola, dari setiap anak manusia bisa keluar dari masalah yang membelenggunya. Banyak pendekatan yang bisa digunakan, dan jumlahnya bisa jadi juga sebanyak dari para pelaku yang pernah mengalami kejadian yang dimaksud.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat


Pendekatan nalar serta logika, kenapa masalah tersebut bisa terjadi acap kali dilakukan. Lalu dianalisis, dan kemudian ditemukan solusinya, dan orang tersebut berani mengambil action masalah pun kelar. Cerita lara yang sebelumnya menghampiri hidupnya seakan sirna.


Tidak jarang ada pola yang lain, misalkan pendekatan rasa, ia manusia tersebut lebih senang masuk ke dalam dirinya yang terdalam, lalu ia menyelidik berbicara dengan sadar kepada dirinya sendiri. Dan dari dalam dirinya sendiri, pilihan solusi itu ditemukan lalu dieksekusi dan masalah pun hilang pergi sendiri entah kemana!


Ada juga manusia yang memakai pola menyerah dalam artian bukan menyerah tanpa aksi sebelumnya. Namun justeru karena manusia itu sangat sadar ia sudah optimal ihktiar dan ia paham penuh ada domain lain yang mampu menghapus masalah yang sedang menderanya. Dan ia berkeyakinan hanya Sang Pemilik Semesta jawaban nya, dan ia benar-benar lakukan itu juga, menyerah dan percaya mengandalkan penuh kepada Nya dan tidak banyak tanya bagaimana caranya, dan ajaib masalah tahu-tahu mak bedunduk ilang dewe. Dan sekali lagi ini bukan sebuah slogan, tentu banyak pembaca juga pernah mengalaminya, apabila ia mau berpikir dan mengingatnya kembali atas sejarah hidup yang sudah dilaluinya!


Dan sekali lagi tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menilai, adakah pola yang bagus dan terbaik itu yang mana, yang harus dilakukan oleh manusia. Sekali lagi semua baik, dan semua sangat terkait dengan pola juga yang sudah sejak lama manusia itu alami, saat menghadapi situasi yang boleh jadi kita menyebutnya adalah masalah!


Dan penulis pun sedemikian yakinnya. Bahwa pembaca telah memiliki pola terbaik serta teruji dalam menaklukkan setiap persoalan hidup yang dialami masing-masing. Entah memakai nalar, masuk ke dalam diri, atau malah dengan cara menyerah.


Dan penulis hanya mengajak saja, bahwa itu pola Anda dan ditekuni saja karena bisa jadi itu sudah sesuai dengan DNA anda. Dan pola itu bisa jadi akan berbeda dengan saat diterapkan orang lain. Dan sekali lagi itu bukan soal salah benar, namun soal pola yang pas dengan diri kita masing-masing dalam selesaikan semua tugas kehidupan yang sadar atau tidak, bahwa itu sudah diamanahkan pada diri kita masing-masing. Dan menjalani amanah kehidupan itu satu paket untuk mengerjakan masalah atau PR kehidupannya.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki


Dan pencarian sebuah pola ini bisa jadi adalah pencarian seumur hidup manusia. Dari situlah ia akan sadar untuk selalu belajar terus, lalu praktik, lalu membuktikan kebenarannya atas jalan solusi yang dipilih, dan itu akan menjadi siklus hidupnya.


Demikian saja, sepenggal tulisan sederhana, untuk menyapa pagi di kota metropolitan Surabaya.


Sekian.

 

AAS, 9 JUNI 2023
Markas Besar Taman Bungkul Surabaya

Editor : Wahyu Lazuardi