DPC PDIP Surabaya bagikan sembako di depan rumah kelahiran Bung Karno

Surabaya - DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya membagikan paket sembako kepada warga terdampak pandemi Covid-19 bertepatan Hari kelahiran Presiden Sukarno, 6 Juni.

Pembagian sembako dilakukan di dua tempat yang berkaitan erat dengan Bung Karno, yaitu di rumah yang menjadi tempat kelahirannya di Jalan Pandean Gang 4 serta di rumah tempat indekosnya Jalan Peneleh Gang VII.

"Di tempat ini, Bung Karno dilahirkan 6 Juni 1901, ketika fajar menyingsing. Sudah sejak Maret lalu, PDI Perjuangan Surabaya terus bergotong royong di masa pendemi Covid-19," ujar Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Budi Leksono.

Menurut Budi, gotong royong di masa pendemi Covid-19 yang dilakukan PDIP Surabay yaitu dengan membagikan sembako, makanan-minuman sehat, masker dan sebagainya. Kegiatan sosial itu berlanjut hingga di lingkungan yang berkaitan erat dengan sejarah Bung Karno.

Pembagian sembako itu juga dihadiri jajaran wakil ketua DPC PDIP Surabaya lainnya, seperti Syukur Amaludin dan Wimbo Ernanto serta Wakil Sekretaris Achmad Hidayat.

Hadir pula jajaran pengurus anak cabang (PAC) dan ranting PDIP Kecamatan Genteng. Sejumlah tokoh masyarakat juga hadir, mulai pemilik rumah kelahiran Bung Karno, Jamila, tokoh pemuda hingga RT/RW setempat.

Amaludin menambahkan, paket sembako tersebut merupakan hasil gotong royong PDIP Surabaya dan anggota Fraksi PDIP DPRD Surabaya. Gotong royong itu adalah bagian dari aksi nyata para kader PDIP Surabaya untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Bung Karno adalah arek Suroboyo. Perjuangan beliau mengajarkan kita untuk terus bersemangat serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi masa sulit saat ini. Mari saling bantu agar kita bisa melewati pandemi Covid-19 dengan baik," jelas Amaludin.

Sementara anggota DPRD Surabaya dari PDIP Norma Yunita menyebut, di Surabaya Bung Karno lahir dan menghabiskan masa remajanya. Bung Karno menimba ilmu, melahap berbagai buku dan pemikiran serta terlibat dalam pergulatan intelektual di rumah indekos HOS Tjokroaminoto. Bung Karno juga melihat langsung bagaimana keseharian rakyat Surabaya.

"Semua itu membentuk pribadi Bung Karno hingga menjadi pemimpin besar yang visioner, yang meletakkan fondasi negara, dasar negara, yang mampu melampaui zamannya. Semangat itulah yang harus kita serap," ungkap Norma.

Menurutnya, situasi saat ini tidak mudah, tetapi tidak ada gunanya menyerah. PDIP dan rakyat Surabaya akan terus bersama menghadapi semua tantangan.

Berita Terkait

Berita Terpopuler