Catatan Mas AAS
Jangan Panggil Aku Anak Kecil Lagi Kakak
"Pemimpin hebat tidak ingin memimpin, tapi melayani!" (Myles Munroe)
Setelah debat CAWAPRES semalam. Dunia yang indah pagi ini dibuka dengan: ghibah, perundungan, dan juga sesekali pengakuan, bahwa cawapres nomor 2 nyolong pethek. Hal itu terjadi di berbagai kanal dan juga platform, baik daring juga luring, baik di Hotel bintang 5 atau di warkop pinggir jalan, seperti yang dialami penulis pagi ini.
Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Tak diduga tak dinyana, debutan pertama sang Cawapres muda mencuri perhatian para pemilih serta memporak-porandakan ekspektasi penonton, pemain juga pelaku politik di NKRI.
Para pemilik saham terbesar dalam politik di Tanah Air, dibuat terkesima. Lalu auto diam seribu bahasa, dan tentu saja sambil berpikir keras, segera harus rubah haluan arah politik, apabila tidak ingin gigit jari tidak dapat apa-apa di akhir pertandingan.
Sejak bangun tidur, fajar tadi. Obrolan di WhatsApp grup, didominasi perihal me-review, acara debat semalam. Dan hampir di beranda media sosial yang penulis miliki: FB, WhatsApp, IG, para netizen banyak membuat status yang begitu nyaring juga cadas, ada yang dengan gamblang bersorak dengan tampilan sang cawapres no 2, dan ada yang hanya di balik layar, sambil malu-malu membuat status: "Saya anggap cupu ternyata suhu!"
Menarik tentunya.
Sesekali terdengar tepukan tangan yang cukup meriah dari Gen Z di dalam kelas kuliah semalam. Saat penulis berperan sebagai fasilitator kelas. "Sepertinya gen Z senang sekali semalam. Mereka memiliki idola baru, dan berharapan besar, sang idola bisa membawa negeri ini di masa depan lebih maju, untuk meneruskan program dan kerja positif Presiden sebelumnya!"
Sebagai penonton acara debat semalam, dan sebagai diri, yang involve dengan dinamika berpikir setiap anak bangsa. Cukup antusias saja melihat generasi muda memberikan ekspresi nya yang otentik juga epik dalam kelas kuliah semalam. Dan tak perlu penulis tanyakan apa sebabnya!
Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Setidaknya dalam spirit epos energi positif yang dimiliki penulis. Acara debat semalam mengkonfirmasi satu hal penting: "Bahwa anak muda di negeri ini, memiliki potensi signifikan untuk menerima tongkat estafet regenerasi kepemimpinan bangsa di masa depan!" Dan penulis sangat bangga dan bahagia itu terjadi. Meski saja kesempurnaan itu tidak akan pernah terjadi, selama manusia masih hidup di dunia yang fana ini!
Dan penulis tidak ingin terjebak, dalam obrolan dengan semangat narsis bin selfish perihal Paslon dalam perhelatan ini. Bahwasanya salah satu Paslon lebih baik dari Paslon lainnya. Biarlah itu menjadi rahasia pemikiran dan pemilihan penulis di bilik suara nantinya, ups.
Sebagai penutup tulisan. Penulis harus rasional dan realistis, meski hari ini adalah momen weekend. Tetapi pekerjaan yang sudah direncanakan semalam, harus ditunaikan pagi ini.
Karena bekerja bagi penulis adalah sebuah wisata lahir juga batin yang mampu membuat diri ini akan selalu bahagia! Dalam melanjutkan hidup dan kehidupan setiap harinya.
Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Selamat dan sukses selalu teruntuk generasi muda INDONESIA. Penulis selalu percaya dan sangat yakin, bahwa mereka bisa melakukan hal-hal yang besar untuk negeri yang besar dan selalu kita cintai bersama ini.
Sejarah telah mendokumentasikan dengan apik juga tentunya presisi: "Bahwa peradaban sebuah bangsa ada di pundak para pemudanya!"
Ya Allah Ya Robb, bimbing serta lindungi selalu para pemimpin bangsa di negeri ini, aamiin yra.
AAS, 23 Desember 2023
Taman Bungkul Surabaya
Editor : Yuris. T. Hidayat