Catatan Mas AAS

Merawat Dan Menyapa Tanaman Adalah Sumber Bahagia Jiwa Yang sebenarnya

Reporter : -
Merawat Dan Menyapa Tanaman Adalah Sumber Bahagia Jiwa Yang sebenarnya
Catatan Mas AAS

Tanaman pun ingin disapa, diperhatikan oleh si pemiliknya. "Masak dirimu tidak memperhatikanku!" Alamak.

Saat menyapa. Tentu saja terjadi dialog esoteris yang begitu ritmis, antara pemilik dan tanaman yang dirawatnya. Dan itu adalah perjalanan seorang pejalan yang begitu sahdu.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Penulis sih yes, entah kalau pembaca!

Bangun pagi, melihat beranda rumah begitu segarnya, sinar mentari pun masih malu-malu menyapa.

Namun anggota grup WhatsApp sudah upload kegiatan di momen weekend pagi ini tadi.

Namanya Abah Haji Dr. Syamsul Hadi. Ia seorang pendidik juga seorang pakar di bidang hama dan penyakit tanaman. Ia pagi-pagi benar sudah menyapa mahkluk Tuhan lainnya penuh dengan ramah dan rasa sepenuh hati. Menyapa tanaman buah LOMBOK di sebuah  green hous. 

Dan sambil berjalan-jalan di pematang media tanaman, pakar pertanian di kampus UB Malang ini bergumam," nikmat mana lagi yang akan kau dustakan!"

Glodhak!

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Dan jamaah grup pun langsung menimpali quote nya. Dengan membuat _petatah-petitih_ lainnya yang berasal dari kata yang sama yaitu kata *DUSTA*. Dan grup pun jadi _rancak bana_ bergembira pada pagi ini! Sesederhana itu memang bahagia itu diciptakan. Tak perlu syarat banyak untuk dialami dan terjadi.

"Apakah Anda pada pagi ini sedang berbahagia? Boleh dicoba cara yang ditawarkan oleh putra asli daerah Bondowoso Jawa Timur di atas." Sapa tanaman Anda, rawat hewan peliharaan Anda, dan tentu yang tak kalah pentingnya, cintai diri Anda sendiri yaitu dengan cara: mudah memakai baju _syukur_ dalam setiap aktivitas di dalam hidup, kehidupan, dan penghidupan Anda, begitu yang disampaikan oleh Abah Haji Dr. Syamsul Hadi barusan. Istimewa bukan?

Sebuah inspirasi menulis. Sangat mudah ditemukan di mana saja. Melihat tanaman yang segar, dan begitu dirawat oleh pemiliknya. Secara auto membuat tangan kanan ini mengambil hape dari saku celana lalu mencoba menulis untuk mendokumentasikan semua peristiwa yang terjadi. Sembari menunggu *istri* di warung kopi depan Pasar Soponyono Rungkut Surabaya. Orang rumah sedang berburu kebutuhan isi dapur untuk dimasak sehari-hari.

Dan jujur saja pada tulisan ini, pemicu nya dibuat oleh penulis, adalah dari gambar photo tanaman buah lombok dari Abah Haji Dr. Samsul Hadi.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Maka dari itu memang lah ada benarnya kalau ada ungkapan semacam ini: "Tanaman dan bunga mengajari kita semua cara tumbuh, dengan tumbuh secara diam dan rahasia!"(Michael Bassey Johnson)

Selamat pagi teruntuk Anda semuanya.

AAS, 20 Januari 2024
Warkop Pasar Soponyono Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin