Catatan Mas AAS

Debat Cawapres Ke Empat!

Reporter : -
Debat Cawapres Ke Empat!
Mas AAS

Anginnya sembribit agak dingin menerpa kulit. Malam ini.

Surabaya ada angin malam rada dingin adalah sesuatu. Seperti sesuatu yang terjadi di acara debat Cawapres tadi.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Masih duduk di pinggir jalan. Sempat tadi melihat secara live acara debat CAWAPRES ke empat. Di Gedung Jakarta Convention Center (21/1/24) malam ini!

Menonton secara serius via media YouTube. Waktu empat menit, diberikan oleh moderator. Setiap Cawapres kudu sampaikan paparan materinya seturut topik dalam debat.

Adapun topik dalam debat adalah sebagai berikut: pembangunan berkelanjutan, energi, pangan, agraria, masyarakat desa, dan adat.

Debat belum kelar, semua WhatsApp grup. Hampir semua jamaah nya sudah pada aktif, dengan komentar. Dan juga tulisan terkini. Semua sedang memastikan bahwa cawapres terbaik adalah cawapres Paslon no satu, dua, dan tiga.

Disampaikan tentu saja oleh para die hard nya masing-masing.

Menarik! Pastinya.

Apa pasal? Hari ini, semua orang sedang merasa handarbeni bahwa pemimpin negeri yang terpilih pada momen coblosan mendatang (14/2) harus yang terbaik. Tentu saja terbaik versi masing-masing. Dan ini tentu no debat.

Debat dilakukan akan terus berlangsung tidak ada ujungnya. Karena tidak ada batasan waktu. Berbeda dengan debat CAWAPRES yang terbatas, tertata, ter-manage waktunya dengan pasti!

Kalau debat di grup WhatsApp. Sampai lebaran kuda kalau pun itu ada. Tidak akan bakalan ketemu. Kalau isi debatnya soal capres cawapres.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Setiap orang sudah punya pilihan. Lengkap dengan ubo rampe yang sudah disiapkan.

Ada benarnya juga sebuah frase yang berkembang di sesama penikmat kopi di warung kopi di Surabaya malam ini. Orang yang susah dinasehati di dunia ini, itu ada dua: Satu, orang yang sedang jatuh cinta. Dua para pendukung capres dan cawapres.

Dan apabila keinginan berdebat di grup WhatsApp. Tidak penulis hentikan sendiri. Bisa jadi penulis juga masuk katagori di antara kedua orang yang susah dinasehati di atas.

Apalagi karakter jelek nya penulis sangat hobi debat. Bisa bahaya, kalau kelangenan lama di puas-puasin berdebat dengan: kawan, kolega, juga senior.

Bisa pulang ke rumah jadi Subuh atau dinihari nanti. Sedangkan besok pagi, sudah harus bekerja, berkunjung ke perusahaan. Menjalani kerjasama antara dua institusi: perguruan tinggi dan perusahaan.

Cukup, ya, cukup!

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Hidup masih panjang. Kesempatan untuk berkontribusi bagi umat, masih ada waktu yang banyak. Kalau terus berdebat, capek juga.

Kita tunggu saja di TKP coblosan. Empat belas February mendatang.

Siapa capres cawapres terpilih dan mendapat restu alam raya. Memimpin bumi Nusantara ini.

Selamat malam.


AAS, 21 Januari 2024
Kota pahlawan Surabaya

Editor : Nasirudin