Catatan Mas AAS

Bertekun Dalam Dunia Pendidikan Dengan Segala Pernak-pernik Urusannya!

Reporter : -
Bertekun Dalam Dunia Pendidikan Dengan Segala Pernak-pernik Urusannya!
Catatan MAS AAS

Sosialisasi itu tidak perlu menunggu, semua resources siap semuanya dengan sempurna. Juga tak perlu sebuah endorsement yang mesti keluarkan kapital besar.

Bisa jadi ada sebuah perbedaan dalam menangani sebuah urusan sosialisasi sebuah institusi kampus. Ada istilah kampus besar dan kampus kecil. Tetapi saya lebih memilih diksi kampus PTN dan kampus Swasta saja.

Baca Juga: Hasrat Menulis Sesuatu

Nah, di kedua institusi ini. Tentu saja, semua stakeholder akan fokus membangun sebuah branding juga jemput bola kepada calon anak didiknya. Dalam hal ini menjemput bola agar para lulusan SMA dan juga SMK itu mau belajar di kampus tempat mengabdi masing-masing.

Meski saja, pekerjaan jemput bola ini. Tidak seheboh kampus Swasta dibanding PTN. Sependek pengetahuan penulis. Di mana kolam nya jelas-jelas sudah berbeda. Kampus PTN kolamnya sedemikian besar, masif, dan sudah punya pasar yang sedemikian pakem. Sebaliknya kampus swasta, meski terus mau bekerja keras, cerdas, untuk memaksimalkan sebuah upaya yang serius dan terus berkelanjutan, kalau mau tidak ditinggalkan oleh para calon anak didiknya yang ingin meraih cita-cita tertingginya dengan kuliah di kampus tercinta.

Karena hari ini sedang diperjalankan oleh semesta mengabdi di kampus ITB Yadika Pasuruan. Sebagai seorang pendidik. Tentu saja, ada kewajiban yang melekat pada diri penulis. Untuk juga bekerja dengan baik serta fokus juga ikut bersama-sama mensosialisasikan institusi pendidikan ini kepada anak bangsa di sekitaran Pasuruan dan sekitarnya. Apalagi sudah dibebani juga dengan amanah jabatan struktural. Tentu harus bersemangat juga join bersama kolega mensosialisasikan hal yang sama ke audiens, dengan caranya seturut kemampuan yang dimiliki penulis.

Nah, pada pagi ini. Dengan sengaja penulis ingin mengapresiasi seorang kolega di kampus ITB Yadika Pasuruan. Yaitu Prof Mashudi bersama team kecil nya yang tak pernah merasa: lelah, lemah, juga lemas, untuk selalu berkeliling kanvas ke seluruh SMA dan SMK di seputaran Bangil, Pasuruan, dan sekitarnya. Oh, iya sekadar info, bahwa kebiasaan penulis saat memanggil kolega di kampus adalah dengan sebutan profesor. Sebutan ini adalah sebuah DOA. Karena pada akhirnya setiap dosen atau pendidik itu akan menjadi seorang Profesor di ujung karirnya, aamiin yra.

Secara real time beliau bersama team kecilnya yaitu para pengurus BEM Kampus ITB Yadika Pasuruan. Tekun setiap hari bergerilya berkunjung sosialisasi ke sekolah pendidikan menengah atas. Dan tak lupa menyampaikan progress di WhatsApp grup aktivitasnya.

Melihat gambar photo bagaimana para mahasiswa itu saat melakukan presentasi dan mendampingi dalam bentuk tanya jawab kepada anak-anak SMA dan SMK. Ingin menggali informasi lebih banyak tentang kampus ITB Yadika Pasuruan. Penulis pada pagi ini. Jadi terharu sekali. "Benar-benar tugas seorang dosen itu sakdos beneran!"

Baca Juga: Tinggal Bermanifest Saja

Sudah menjadi habit penulis. Bahwa dalam setiap hari di kehidupan ini. Pastilah ada kejadian, peristiwa, di ruang privat pun di ruang publik yang layak dianyam huruf-huruf nya menjadi sebuah tulisan. Untuk menjadi inspirasi siapapun yang membaca tulisan tersebut.

Ketika penulis bisa menulis sesuatu yang positif lalu membagikan tulisan ke pembaca yang budiman. Layaknya hidup penulis ini ada harga dan manfaatnya bagi alam raya. Lalu setelahnya bisa bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari.

Sembari beristirahat sejenak. Di warkop, usai antar istri ke kantornya.

Share photo kegiatan dari kolega di atas di WhatsApp grup kampus. Memotivasi penulis ingin melakukan sebuah darma kebajikan. Selain memahat huruf mendokumentasikan sebuah apresiasi dalam bentuk sebuah tulisan. Di dalam hati yang terdalam penulis. Ikut mendoakan semoga setiap pendidik di negeri tercinta ini, selalu bersemangat dalam: mendampingi, menemani, lalu mendidik, setiap anak negeri menjadi generasi yang cemerlang di masa depan hidupnya. Ya Allah ridhoi lah para pendidik tersebut: dengan segala aktivitasnya.

Baca Juga: Belajar Manajemen Dari Semut Hitam

Bukankah pendidikan merupakan pintu peradaban dunia. Pintu tersebut tidak akan terbuka kecuali dengan satu kunci. Yakni seorang pendidik, guru, dan juga dosen, yang memiliki kepedulian dengan peradaban dunia.

Demikian, terima kasih, dan selamat pagi semuanya.


AAS, 23 Januari 2024
Taman Bungkul Surabaya

Editor : Nasirudin