Catatan Mas AAS

Cerita Pagi Mengubah Dunia

Reporter : -
Cerita Pagi Mengubah Dunia
Mas AAS

Seorang kawan pernah berujar suatu ketika,"Buku-buku saja tidak bisa mengubah dunia. Yang bisa mengubah dunia adalah tindakan!"

Benar juga. Didengarkan sepintas, ucapan seorang kawan ini. Tapi apa benar demikian? Boleh jadi bisa benar bisa tidak.

Baca Juga: Hasrat Menulis Sesuatu

Buku hanya berupa himpunan kata-kata: informasi dan sedikit wawasan.

Buku hanya sebundelan kertas yang bisa kita sobek-sobek kertasnya. Buku mudah terbakar dan habis menjadi abu. Sama saja seperti: kursi, meja, kasur. Buku hanya semacam alat, kita yang mesti kudu berbuat.

Tapi yang terjadi pada diriku sendiri. Buku begitu banyak manfaatnya. Ia membuatku menjadi kaya: kosakata, pengetahuan, perspektif, humor, perasaan terhubung dengan sesama.

Buku bisa juga menghadirkan perjumpaan dengan banyak manusia yang memiliki welas asih. Mereka yang berani menerima perbedaan tanpa menghakimi, yang berjuang bukan demi surga untuk diri sendiri. Tapi juga surga untuk sesama di bumi.

Buku menawarkan pengetahuan tak ternilai. Yang seringkali menjadi latar terang atau kunci teka-teki segala keabsurdan realitas hidup sehari-hari.

Buku setidaknya bisa memahami diri akan bagaimana dunia ini bekerja dalam setiap harinya.

Dari warung kopi nya Cak Man, pagi ini. Setidaknya dengan membaca buku berupa file pdf yang tersimpan di memori hape. Membuat otak dan pikiran ini tidak kebas, jumud, membaca fenomena kehidupan sehari-hari. Ada ruang exit yang cepat aku temukan dalam melihat solusi untuk atasi keruwetan hidup yang terjadi.

Baca Juga: Tinggal Bermanifest Saja

Tiap lembar di dalam buku yang kita sukai. Membuat langkah kedua kaki ini begitu cepat berjalan ingin meraih mimpi.

Buku hari-hari ini telah bertransformasi menjadi: ebook, file pdf, yang mudah didownload juga gratis. Nikmat sekali. Hanya butuh teman secangkir kopi, untuk membacanya sampai habis, pagi ini!

Sepertinya begitu: membaca buku memotivasi kita bertindak, bukan malah diam, tak mau bergeming.

Lalu, pagi ini, Anda sedang membaca buku apa kawan? Aku sedang membaca buku sebuah inspirasi seorang anak manusia di lereng Gunung Merapi-Merbabu, tepatnya di Salatiga.

Membaca cerita inspiratif anak ini, aku sampai lupa kalau sudah duduk di warung kopi nya Cak Man, sudah satu jam lebih. Sejak pukul 06:00 WIB tadi.

Baca Juga: Belajar Manajemen Dari Semut Hitam

Di suruh istri beli sesuatu ke Pasar Soponyono. Harusnya hanya 10 menit selesai, namun bertahan tidak segera pulang ke rumah dalam durasi berjam-jam lamanya. Karena membaca sebuah buku.

Terpaksa pulang ke rumah, karena ada WhatsApp dari orang rumah: ditunggu barang yang dipesannya! Keburu untuk dimasak, katanya.


Sekian...


AAS, 11 Februari 2024
Warkop Cak Man Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin