Catatan Mas AAS

Melarung Rindu Kepada Mandala di Gunung Arjuna Batu Malang!

Reporter : -
Melarung Rindu Kepada Mandala di Gunung Arjuna Batu Malang!
batu

"Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata!" Tidak tidur semalaman, di Ganjar oleh semesta dengan menunya yang sempurna siang ini di Kota Batu Malang.

Duduk di balkon lantai dua Hotel Victory Batu Malang. Menghadap wajah Kota Wisata Batu di kelilingi gunung yang kokoh berdiri sejauh mata ini memandang: Gunung Arjuna, Gunung Anjasmara, Gunung Panderman. Laksana berada di dalam sebuah Mandala atau Kedewaguruan di masa lalu.

Baca Juga: Momentum Itu Diciptakan

Ah, barangkali sebuah dejavu sedang dialami oleh diri ini. Tak asing dengan gugusan perbukitan itu, dengan lembah-lembah itu, dengan pepohonan Cemara yang tumbuh subur di daerah yang sejuk tersebut.

Mewah sekali, indah sekali. Panorama yang dihidangkan semesta pada saat siang menjelang sorenya tiba sebentar lagi! Secangkir kopi di siap kan istri di atas meja sesaat sang suami sedang memahat huruf. Setelah beberapa jam berbincang guyon maton parikeno dengan para kader tunas muda harapan bangsa di masa depan! Di auditorium Hotel Victory!

Yah, boleh jadi daerah pegunungan macam Kota Batu ini. Menjadi sebuah tempat inspirasi yang tepat untuk memanjangkan aksara dalam baris-baris nan teratur berupa lukisan kata yang bisa berbunyi, bersuara, mewakili pernak-pernik rasa yang bersenandung dalam jiwa! Selain tempat untuk healing yang paling dipilih penulis melepas lelah dan penat yang menghampiri. Karena sejak semalam tengah antusias untuk hadir bertemu para kader di sini. Tugas men-deliver sebuah pesan agung tentang semangat melestarikan kejayaan Nusantara yang senantiasa terus dijaga, sudah disampaikan. Sekarang bola panas itu ada di pelupuk mata para kader muda tersebut. Untuk ditindaklanjuti dalam sebuah karya-karya yang sifatnya masterpiece yang bisa ditorehkan.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Kegiatan materi LK 2 yang dibawakan oleh penulis cukup berjalan semarak dan antusias. Di arena intermediate training tadi. Berbekal suara hati dan hasrat jiwa yang sedemikian besar, untuk tersampaikannya pesan. Para peserta LK tersebut merespon dengan sikap dan spirit yang sama: sangat antusias, dan sangat semangat menyimak sebuah materi. Diskusi pun berjalan dengan rancak Bana, dan diakhir acara penyampaian sebuah materi, tak lepas penulis selalu meninggalkan sebuah tradisi baru bagi mereka, para peserta pelatihan: apalagi kalau bukan menulis sesuatu yang sudah mereka terima dalam konsep free writing memahat hurufnya. Semoga hal baik itu menjadi semacam ciri khas keunikan bagi HMI Cabang Kota Malang. Kader-kadernya tidak saja jago dalam mengolah suara atau omongan, namun juga piawai merangkai aksara berupa kata dan kalimat yang bisa berbunyi kuat di mata para pembacanya di kemudian hari! Mister AAS sangat percaya itu bisa dicapai oleh para peserta pelatihan tadi.

Sembari nyeruput kopi dan ngudud garpit yang tinggal sebatang, jadilah. Nuansa swargaloka tidak jauh-jauh dari tempat duduk penulis merangkai lukisan aksara ini. Maturnuwun Gusti, diijinkan menikmati Kota Batu dari Balkon Hotel Victory di lantai dua. Nikmat mana lagi yang akan hamba khianati. Sembari merasakan angin dingin semilir menerpa kaki, tangan, dan seluruh badan ini. Pedut berupa awan bewarna putih menyelimuti perbukitan, dan pegunungan yang mengelilingi Kota Batu Malang. Dan penulis pun tak bisa melanjutkan menari dengan jemari lagi di atas layar hape. Karena mau menikmati suguhan semesta yang lainnya yang ditawarkan oleh Kota Wisata Batu ini. Demikian sebuah dokumen berupa huruf-huruf yang ditata ini dibuat untuk mengenang momen indah yang dialami penulis di Batu Malang siang ini! Agar di hari lain saat rindu itu datang bisa dibaca kembali...

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

 

AAS, 11 Mei 2024
Balkon Hotel Victory Batu Malang

Editor : Nasirudin