Catatan Mas AAS

Challenge Dari Kolega

Reporter : -
Challenge Dari Kolega
Mas AAS

Semalam, Mendapatkan Pesan WhatsApp dari Profesor Muda dari UB!

Tulisan ini penulis buat, terkhusus untuk didedikasikan bagi kolega Mister AAS di UB, seorang penulis paper yang begitu keranjingan memahat huruf-huruf untuk dikonsumsi bagi kaum ilmuwan di bumi yang berserak! Beliau motivator ulung bagi penulis, meski belum menjalankan amanahnya dengan baik. Karena Mister AAS belum teruji mampu menulis selevel Kangmas Profesor muda tersebut! Mari kembali kek laptop!

Baca Juga: Momentum Itu Diciptakan

Ternyata selesainya sebuah pendidikan di level tertentu, entah level S1, S2, bahkan hingga level S3. Tidak menjadi batas penanda akhir sebuah level kemampuan terkonfirmasi! Utamanya pada ranah perihal memahat huruf (menulis). Harus jujur mengakui, justeru penulis pada pagi ini seperti sedang berada di hutan belantara yang begitu luas dan tak bertepi, harus memulai fokus darimana? Setelah mendapat salam cantik, dari kolega Mister AAS di UB semalam!

Tidak ada cara lain ujiannya adalah: harus berani ditera hasil tulisannya melalui alat, institusi, ataupun lembaga yang terakreditasi menguji kualitas tulisan kita tersebut! Tidak boleh puas menjadi jago kandang hanya berani kirim tulisan di portal lokal saja, harus berani memastikan diri sendiri berani upgrade membuat sebuah tulisan selaras dengan template dan gaya seling-kung dari sebuah komunitas tertentu! Harus mencoba dan berani menjadi penulis pertama dari sebuah paper atau manuskrip dengan topik tertentu seturut latar keilmuan pribadi. "Apa bisa ya?" Secara itu bukan domain dan zona nyaman penulis. Tetapi challenge dari kolega semalam cukup masuk akal ditindaklanjuti.

Pertanyaan besar perihal kompetensi itu kembali pada pagi ini menyeruak di dalam pikiran penulis. Menantang nyali seorang Mister AAS, untuk menjawabnya. "Sepertinya berat sekali Gusti!" Dan bisik batin secara lirih pun bergumam, "Tidak ada yang tidak mungkin, segera engkau mulai saja, dirimu akan menyesal di kemudian hari, apabila tidak dirimu lakukan mulai sekarang!" Hanya mampu menghela nafas panjang di Warung Kopi langganan di Karmen Surabaya, pagi ini! "Benar juga, sepertinya Mister AAS harus segera melakukan Taubatan Nasukha ini!" Karena beberapa kolega muda yang sudah menjadi Guru Besar di sebuah kampus negeri di Kota Malang, hampir setiap hari mengitik-itik penulis untuk segera melakukan shifting menggeser genre menulis, dengan membuat tulisan yang lebih serius corak dan kontennya dan di uji melalui peer review kredibel dari sebuah lembaga yang terakreditasi dan bonafide: entah Shinta, bahkan Scopus! Profesor muda yang dahulu pernah nyecep ngelmu Ph.D (S3) nya di Australia ini memang bukan kaleng-kaleng kalau perihal menulis melahirkan sebuah paper yang mampu terbit di jurnal internasional bereputasi!

Semalam, sosok guru besar muda itu, kirim kan kembali sebuah screenshot tentang paper nya yang sudah terbit kepada penulis. Plus sekalian kasih link nya untuk penulis baca karyanya. "Kurang ajar!" Memang kolega Mister AAS tersebut. Hampir tiap bulan, dalam tiap kesempatan, beliau unjuk gigi pamerkan karyanya yang mampu di konsumsi para kaum cerdik cendekia di belahan bumi lainnya. Dan saat diberikan sebuah bukti di atas. Mister AAS pun hanya bisa ndelongop menghela nafas semakin dalam, upps!

Namun, sejujurnya, kolega ini, aslinya menjadi motivator ulung bagi penulis. Untuk membuktikan hal yang sama, bahwa Mister AAS juga bisa nantinya di kemudian hari. Profesor muda kolega penulis di atas sangat bersemangat membuka cakrawala berpikir, dengan banyak membuat karya paper dan manuskrip yang sudah publish di jurnal internasional!

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Sembari minum kopi yang tinggal ampasnya. Sepertinya Mister AAS harus mau menjadi murid kehidupan lagi. Untuk mau belajar dan mencoba buat paper tulisan yang rada serius. Hanya belajarnya sekarang tak perlu lagi pusing pikirkan biaya UKT, biaya kuliah, hanya kesediaan penulis untuk duduk di meja belajar, membuka laptop, dan tahan membaca beragam artikel dan membuat sintesa nya. Diusahakan bisa bertekun setiap hari satu artikel dibaca, kualitas kuartil satu, dua, tiga, atau empat, harus mau meneguk isi informasinya lalu dipahami maksudnya, seturut rumpun keilmuan yang menjadi background Mister AAS. Itu sejenak motivasi yang di sampaikan oleh kolega kepada penulis dalam pesan WhatsApp nya!

"Sampeyan wis katam urusan apapun, hanya menulis paper, yang belum!" Mau marah, dan endo sudah tidak bisa. Faktanya demikian adanya. "Ashiap, Kangmas Profesor, " hanya itu yang mampu dijawab oleh penulis!

"Sinau maneh Pak Liek!"

Siapa suruh sekolah dan kuliah tinggi-tinggi. Menjadi mahluk pembelajar selama masih hidup di alam marcopodo ini, itu fakta bukan fiksi!

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Demikian...

 

AAS, 13 Mei 2024
Warkop Karmen Surabaya

Editor : Nasirudin