Catatan Mas AAS

Sesederhana Itu Cara Menikmati Hidup Yang Paling Epik!

Reporter : -
Sesederhana Itu Cara Menikmati Hidup Yang Paling Epik!
Mas AAS

Di Kota Bandung tepatnya di daerah Lembang, seorang senior tengah menyeduh kopi minuman kelangenan menyambut hari yang baru hari ini. Di Malang, salah satu senior yang begitu piawai menikmati dan mensyukuri hidup dan kehidupan nya, sudah tersedia secangkir kopi di atas meja. Sembari duduk di kursi rotan, beliaunya melirik gerakan yang begitu gemulai dari "ikan koi" di dalam kolam kecil di rumahnya. Dan di kota pahlawan Surabaya, penulis melakukan hal yang sama, duduk bersama kaum perantau di kota di sebuah warkop, sembari menunggu istri berbelanja sesuatu di dalam pasar!

Semua kolega sesama penikmat kopi pagi tengah menyambut datangnya hari yang baru. Dengan cara yang sama: ngopi pagi. Istimewa. "Ya, begitulah lelaki dewasa di Jawa Timur pada khususnya. Menikmati coffee morning adalah sebuah kemewahan dan kemegahan dan cara menikmati hidup yang paling epik." Bagaimana kalau di kota Anda? Boleh jadi di pinggiran sawah, dan di emper rumah di mana penulis berasal di daerah Klaten, Jawa Tengah. Bukan lagi kopi yang digunakan untuk merayakan bahagianya jiwa kala hadirnya pagi. Namun teh ginastel (teh manis panas kenthel) gula batu! Sebelum berangkat ngarit mencari suket kolonjono untuk binatang piaraannya dan pergi ke sawah, merawat sumber penghidupan yang dimilikinya.

Baca Juga: Challenge Dari Kolega

Ya mungkin fenomena di atas adalah sebuah pelaksanaan dari value dalam kehidupan masyarakat Jawa yang kerap hadir dalam kehidupan penulis: "Deso mowo coro. Negoro mowo toto!" Dalam menikmati hari yang baru kelangenan setiap orang bisa jadi berbeda. Termasuk di sini, bagaimana kebiasaan nyeruput kopi!

Tiga paragraf di atas, digunakan penulis, untuk mengusir waktu saat menunggu istri begitu lama saat berbelanja kebutuhan isi dapur. Sudah berbilang menit berlalu hampir mendekati jam tiba, tak sekalipun datang di mana penulis menunggunya. Dan melihat beberapa obrolan yang terdapat di dalam grup WhatsApp jadilah bahan tulisan. Dan menunggu dalam waktu yang lama pun, bukan lagi persoalan. Karena pikiran yang lincah (monkey mind) dan tak bisa diam ini, sudah di karantina dalam aktivitas diri saat menuangkan gagasan dan pikiran, atas fenomena yang bisa dilihat pada pagi ini dengan cara ditulis!

Sudah teruji dan terbukti berkali-kali bahwa kegiatan menulis dapat digunakan dalam banyak kepentingan. Selain sebagai terapi jiwa, yang paling nyata adalah terapi dari rasa boring yang tengah menghampiri. Saat duduk menunggu istri rampung dari ritus shoping nya di dalam Pasar Soponyono Rungkut Surabaya!

Baca Juga: Melarung Rindu Kepada Mandala di Gunung Arjuna Batu Malang!

Itulah cara Mister AAS menikmati pagi ini: dengan ngopi dan menulis tulisan ini. Nah, kalau pembaca, apa yang dilakukan?

Tulisan pun kelar, rasa bosan pun hilang. Dan yang ditunggu pun sudah datang. Siap melanjutkan kehidupan di hari ini dengan aktivitas rutin sehari-hari.

Baca Juga: Bagaimana Menjadi Aktivis di Jaman Now?

Demikian...


AAS, 14 Mei 2024
Warkop Cak Man, Pasar Soponyono Rungkut

Editor : Nasirudin