Catatan Mas AAS

Menjadi Eksis itu Hukumnya Wajib bagi Anak Republik Ini!

Reporter : -
Menjadi Eksis itu Hukumnya Wajib bagi Anak Republik Ini!
Mas AAS

Baterai di hape tinggal 29 persen. Namun hasrat menulis sudah kadung sampai di ubun-ubun! Gas terus, lalu jemari mulai menari memilih huruf di keypard hape menulis!

Seorang kolega meng-upload sebuah akun Instagram di group WhatsApp. Isi akun tersebut tentang eksistensi para punggawa kabudayan.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Para pelaku yang lelaku di bidang budaya dan laku lainnya di kota perjuangan Malang. Posisi penulis sedang menuju ke rumah singgah di Surabaya, sehabis Makaryo di Pasuruan, mengajar!

Menjadi bersemangat saja melihat konten dalam akun Instagram tersebut. Setidaknya sang kolega yang notabene sehari-harinya hidup dan besar dalam ranah budaya. Eksistensi diakui di kota perjuangan tersebut. Ada benarnya sebuah adagium lawas yang berbunyi: "Siapa diri Anda yang sebenarnya, adalah keseharian lelaku yang dengan tekun Anda kerjakan setiap hari dengan penuh passion dan ketekunan!"

Setiap orang di dalam hidupnya akan terus berproses menjadi versi terbaiknya dalam suatu peran yang begitu ngeksis dalam roda hidupnya. Menemukan itu menjadi sebuah alasan setiap orang mau bangun pagi dengan semangat menyala. Sebagai manusia ia punya api, yang mampu menerjang segala aral yang barangkali ada di depannya. Dan sebagai seorang pengabdi dalam manifestasinya sebagai mahkluk hidup, hidup dan kehidupan nya begitu berarti. Anak muda harus mampu menjadi influence di era millenial sekarang adalah sebuah keniscayaan!

Ya, kembali tulisan ini dipahat oleh penulis sembari duduk di kursi kereta: juk ijak ijuk jalannya! Memberi sebuah apresiasi bagaimana seorang kawan, dan kolega terus berjalan memoles dirinya menjadi versi yang paling pakem dalam giat-giat kesehariannya.

Manakala Anda menjadi mahkluk berpendidikan dan hanya puas dengan gelar yang berderet nir aksi nyata. Boleh jadi Anda bisa belajar dan sering guyon maton parikeno dengan kolega penulis tersebut!

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Di dunia ini seseorang diijinkan lahir oleh semesta sendirian dan akan kondur pulang kepadaNya nanti juga sendirian menghadapnya.

Pertanyaan besarnya kenapa tidak kita siapkan diri ini menghadap sekarang kepadaNya. Saat pilihan hidup yang mampu kita kerjakan masih memungkinkan untuk memilih, memilih yang benar-benar paling optimal kita kuasai! Begitu kata kolega penulis yang lainnya pada suatu ketika di Taman Bungkul Surabaya!

Pelan namun pasti para kolega Mister AAS tersebut. Telah berproses dengan benar menuju kepada sebuah harapan: "Sang pemilik jagat bisa tersenyum bangga!"

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Kadang memahami yang demikian, perlu sedikit untuk ditaruh logika diri ini sejenak. Dan masuk kepada rasa yang senantiasa eksis dan ingin selalu di peluk oleh keberadaan sang diri ini! Dari situlah eksistensi diri akan terus terawat karena keberanian manusia nya untuk terus berbuat sesuatu yang produktif secara terus menerus!

Demikian...

AAS, 15 Mei 2024
Stasiun Waru Sidoarjo

Editor : Nasirudin