Catatan Mas AAS

Happy Birthday to You!

Reporter : -
Happy Birthday to You!
Mas AAS

"Hari istimewa ini membuatku setahun lebih tua sepertinya. Maturnuwun Gusti"

Sebuah ucapan dan pernyataan diterima penulis, berupa ucapan selamat hari lahir berupa kalimat yang begitu kuat menguatkan sebuah langkah yang harus digenapi penulis di masa depan. Penulis tetiba dapatkan pagi ini, semenjak dari bangun tidur tadi hingga mentari sudah terasa terik menyinari bumi! Terharu, tentu saja. Ora tau ngalami soale! Penulis seketika kayak anak kecil kembali, menjadi manja, mellow, akan hal-hal yang terjadi di masa lalu. Bermanja dengan orang tua barangkali, cie cie cie. Kadang kehidupan yang senantiasa bahagia tanpa ada masalah dan beban yang ingin diselesaikan segera adalah saat masa balita beneran, bukan balita sekarang (bawah lima puluh tahun), upps! Apakah benar seperti itu? Sepertinya tidak juga, karena owah gingsir senantiasa terjadi di dalam hidup ini. Hidup akan selalu berubah!

Baca Juga: Dosen Juga Manusia

Beragam pesan berupa ucapan selamat akan hari lahir itu datang, dari teman SMP, SMA, Kuliah, organisasi, teman kerja, dan beberapa bolo bakulan sego goreng plus konco bolang ngojek di jalan raya Surabaya. Parade kata dan kalimat yang menginspirasi itu begitu banyak penulis terima. "Maturnuwun jek, penulis sampaikan berupa pesan balasan kepada bolo ngojek, yang sama-sama sedang mangkal di Bungurasih biasanya, tunggu penumpang!" Asyik saja. Selain ungkapan balasan pesan yang sama teruntuk kolega penulis lainnya.

Tidak tahu tanggal berapa ya sekarang. Karena tidak terbiasa memperingati dan mendapatkan ucapan yang demikian! Dan seketika melirik penanda waktu di smartphone (16/5) sembari menulis tulisan ini. Penanda waktu di hape menyiratkan sebuah pesan kepada penulisnya. Ternyata beberapa dasawarsa yang lampau diri ini pernah diijinkan lahir di alam marcopodo ini. Sudah sedemikian lama dan jauh sepertinya raga serta jiwa ini mengembara di bumi-Nya. Waktu sedemikian cepatnya berlalu, satu persatu kawan lama dan saudara terkasih sudah ada yang kondur malahan.

Ingatan lawas itu membentang sepanjang perjalanan nafas yang telah dihirup di dalam kehidupan ini. Dan wajah-wajah orang tercinta, juga kawan seperjuangan dalam rangka menemukan seonggok jati diri pada masa lalunya datang hilir mudik di ingatan kepala Sesaat duduk di Warkop sehabis antar istri ke kantornya pagi ini!

Baca Juga: Lapak Dan Kursi Hanya Hadir Sebagai Produk Perjuangan

Tidak bisa dipungkiri, meski umur hanya berupa angka-angka saja. Akan tetapi telah memberikan perubahan yang begitu signifkan dan begitu berarti. Sepertinya kenikmatan itu seiring waktu juga sudah dimulai dikurangi, seiring mesin hidup yang telah dipakai sedemikian lamanya. Sikap hidup pun secara auto terbimbing untuk lebih masuk ke dalam diri sejauh mungkin sembari memeluk jiwa begitu eratnya. Lalu sedikit saja melihat ombak kehidupan yang terjadi di luar diri. Sekali lagi saat memperhatikan penanda waktu yang tengah berjalan itu. Berupa usia yang sudah memasuki waktu ashar, pesan-pesan yang muncul dari semesta itu menjadi tidak samar lagi. Menjadi pengingat penulis akan sesuatu yang mendasar!

Sepertinya hidup ini harus dilanjutkan sampai kepada jalan finish. Dan senantiasa bergandengan, bercanda mesra denganNya, agar visi dan misi hidup bisa tergenapi saat diijinkan pernah hidup di bumi ini. Tidak ada lain yang perlu tetap dirawat adalah semangat hidup, dan pikiran yang terus mengabdi kepadaNya. Spirit hidup yang demikian yang terus dinyalakan apinya sepanjang hari, selama nafas di kandung badan!

Maturnuwun kepada keluarga dan semua handai taulan yang telah menyemangati dan mengingatkan, bahwa hari ini adalah hari yang bersejarah bagi penulis: hari lahir!. Kiranya doa kebajikan yang sama akan menghampiri pula kepada mereka, aamiin yra...

Baca Juga: Hubungan Saling Untung Antara Sarju Dan Mbok Darmi

 

AAS, 16 Mei 2024
Warung Kopi Taman Bungkul Surabaya

Editor : Nasirudin