Catatan Mas AAS

Memasak: Sebuah Seni dan Cara Menikmati Momen Liburan

Reporter : -
Memasak: Sebuah Seni dan Cara Menikmati Momen Liburan
Mas AAS

Pada hari ini, di setiap sudut negeri tercinta, banyak rumah yang mungkin sedang sibuk mengolah daging kurban. Daging sapi dan kambing menjadi bahan utama berbagai masakan lezat yang menggugah selera. Momen ini adalah bagian dari tradisi yang kaya akan makna, bukan hanya sebagai bentuk ibadah tetapi juga sebagai kesempatan untuk berbagi dan menikmati hidangan istimewa bersama keluarga.

Penulis sendiri tidak ketinggalan mengambil bagian dalam momen spesial ini. Namun, kali ini bukan untuk memenuhi pesanan Nasi dan Mie goreng Mbah Joyo yang biasa dibuat untuk para pelanggan tercinta di momen liburan atau weekend. Sebaliknya, penulis turun ke dapur dengan tujuan lain: menyiapkan hidangan tongseng yang nikmat untuk dinikmati bersama keluarga tercinta, setelah tadi mendapat pemberian hewan kurban (daging sapi). Berbekal bumbu rempah-rempah yang berada di dapur: seperti brambang, bawang, kemiri, ketumbar, dan daun jeruk, serta topping daun brambang dan kol, masakan tongseng pun mulai diracik dengan penuh cinta dan ketelatenan.

Baca Juga: Seorang Pemimpin Sejati bukanlah Pencari Konsesus: Ia Pembentuk Konsesus

Bumbu dapur yang ada di uleg sejenak, menggunakan layah tua wasiat yang selalu dipakai mister AAS untuk membuat bumbu Mbah Joyo. Di ambil dari tempatnya yang tersembunyi, sore ini dipakai buat memasak makanan kesukaan, tongseng! Setelah bumbunya halus di tumis lah, dan daging sapi yang sudah di presto sebelumnya lalu di iris sesuai selera dimasukkan serta beberapa toping yang ada dimasukkan, kasih santan dikit yang bercampur dengan air di wajan. Tidak pakai lama jadilah itu makanan kelangenan. Jangan ditanya kalau soal rasanya. Kalau mister AAS yang memasak pasti maknyus. Siapa yang akan memuji kalau tidak diri sendiri, upps!

Menghidupkan Tradisi melalui Memasak

Memasak bukan sekadar kegiatan harian; bagi banyak orang, ini adalah cara menghidupkan tradisi, menyampaikan kasih sayang, dan menciptakan kenangan manis bersama orang-orang terkasih. Di balik setiap hidangan yang tersaji, ada cerita, budaya, dan warisan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tongseng, misalnya, bukan hanya sekadar masakan. Ia membawa aroma dan rasa yang bisa membawa kita kembali ke masa kecil, mengingatkan pada momen-momen hangat bersama keluarga. Karena makanan favorit penulis adalah tongseng dan sate bakar kambing, kala dahulu di kampung halaman Klaten!

Hobi yang Mengisi Liburan

Bagi penulis, memasak adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati momen liburan. Dalam kesibukan sehari-hari sebagai pendidik yang sudah menyita tenaga, waktu untuk memasak dengan tenang dan tanpa tergesa-gesa sering kali menjadi kemewahan. Liburan memberikan kesempatan untuk menekuni hobi ini dengan sepenuh hati. Memilih bahan-bahan, lalu meracik bumbu, dan memasak dengan perlahan menjadi ritual yang menenangkan dan memuaskan.

Baca Juga: Masjid yang Viral di Surabaya: Karena Melayani Kebutuhan Seluruh Umat

Keterampilan Dapur untuk Semua

Di masa kini, keterampilan memasak tidak lagi dianggap eksklusif untuk perempuan. Semakin banyak lelaki yang terampil berkegiatan di dapur, memasak makanan yang difavoritkan dan mencoba resep-resep baru. Hal ini bukan hanya penting untuk kemandirian, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap seni kuliner. Memasak bisa menjadi cara untuk mengekspresikan diri, menunjukkan kreativitas, dan yang paling penting, menyenangkan orang-orang yang kita sayangi.

Di waktu senja yang beberapa jam lagi tiba, menikmati sepiring tongseng yang lezat bersama keluarga memberikan kepuasan tersendiri. Masakan yang dibuat dengan cinta dan perhatian selalu memiliki rasa yang berbeda, lebih dalam dan bermakna. Ini bukan kata-kata kosong dari penulis, pengalaman mengatakan demikian.

Jadi, di momen liburan ini, mari kita ambil kesempatan untuk merayakan tradisi, menekuni hobi, dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sering kali terletak pada hal-hal sederhana seperti berbagi hidangan hangat di meja makan.

Baca Juga: Hargai Semua yang Anda Miliki

Kalau penulis, daging kurban yang diterima, barusan saja tadi dimasak menjadi masakan tradisional tongseng. Nah, kalau pembaca di masak apa ya, daging kurban nya? Cerita dan komentar ya hehehe.

Sekian...


AAS, 17 Juni 2024
Ruang Inspirasi Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Wahyu Lazuardi