Puluhan Massa Unjuk Rasa di Depan Kantor PBNU Mendesak Pengunduran Gus Yahya dan Gus Ipul

avatar Ladin Takulani
  • URL berhasil dicopy
Aliansi Santri Gus Dur saat berunjuk rasa di depan kantor PBNU. Foto : Liputan6.com
Aliansi Santri Gus Dur saat berunjuk rasa di depan kantor PBNU. Foto : Liputan6.com

Jakarta, Jatimupdate.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Gus Dur menggelar demonstrasi di depan Kantor PBNU pada Jumat (2/8). Mereka menuntut pengunduran diri Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dan Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf.

Dalam aksi tersebut, Koordinator Umum Aliansi Santri Gus Dur, Muhamad Sholihin, berusaha menerobos barikade polisi yang menghalangi jalan menuju kantor PBNU.

Terjadi aksi dorong-mendorong antara massa dan aparat keamanan. Selain polisi, sejumlah anggota Banser juga terlihat berjaga di lokasi.

Sholihin mengkritik tindakan Gus Yahya yang dinilainya kontraproduktif dan melanggar hasil Muktamar Lampung.

Ia juga menilai Gus Yahya terlibat dalam urusan politik dengan membentuk tim untuk meneliti hubungan NU dan PKB, yang dianggapnya melanggar prinsip non-politik praktis.

Sholihin menambahkan bahwa Gus Yahya juga tidak menunjukkan keteladanan dengan memecat kader PBNU yang pergi ke Israel, sementara dirinya sendiri tidak terkena sanksi.

Massa juga mendesak PBNU untuk mendukung Panitia Khusus (Pansus) Haji yang dibentuk oleh DPR RI.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Barikade Gus Dur, Pasang Haro Rajagukguk, menegaskan bahwa aksi tersebut tidak terkait dengan Konsorsium Kader Gus Dur (KKGD) dan memperingatkan bahwa penggunaan nama Gus Dur harus mendapatkan izin dari pihak yang berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PBNU belum memberikan tanggapan resmi mengenai aksi tersebut.