Lahan Siap Bangun, Pelabuhan Tanjung Carat Segera Dimulai
Palembang, JatimUPdate.id – Proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Banyuasin, Sumatera Selatan, semakin mendekati realisasi dengan ketersediaan lahan seluas 59,95 hektar yang dinyatakan siap untuk pembangunan. Hal ini disampaikan oleh Bambang Haryo Soekartono (BHS), Anggota DPR RI Komisi VII, yang mendesak pemerintah mempercepat pelaksanaan proyek strategis ini.
“Lahan 59,95 hektar sudah cukup untuk memulai pembangunan. Proses pembebasan sisa lahan yang mencapai 170,44 hektar masih bisa berjalan paralel tanpa menunda pengerjaan proyek ini,” kata BHS usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (7/12/2024).
Baca Juga: Bambang Haryo : Optimalkan PMI untuk Tingkatkan Devisa Pariwisata
Pelabuhan Tanjung Carat dirancang untuk menggantikan Pelabuhan Boom Baru yang memiliki keterbatasan kapasitas. Dengan luas hanya 24 hektar, Boom Baru saat ini mampu menampung 132 ribu peti kemas per tahun. Pelabuhan baru ini, dengan lahan awal 59,95 hektar, memiliki potensi menampung lebih dari dua kali lipat kapasitas tersebut.
BHS menjelaskan, dengan tingkat pertumbuhan peti kemas sekitar 2,5 persen per tahun, Pelabuhan Tanjung Carat dapat melayani kebutuhan hingga lebih dari 50 tahun ke depan. “Tidak ada alasan untuk menunda. Infrastruktur pelabuhan ini penting bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan,” tegasnya.
Pembangunan akses jalan sepanjang 5,5 kilometer menuju pelabuhan menjadi salah satu fokus utama. Berdasarkan paparan Pemprov Sumsel, proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp986,9 miliar, termasuk untuk perbaikan jalan penghubung sepanjang 3 kilometer.
“Kami akan mendorong Kementerian PUPR, Kemenhub, dan ATR untuk mempercepat pembangunan jalan akses ini. Infrastruktur yang baik akan menarik industri untuk berinvestasi di kawasan tersebut,” ujar BHS.
Baca Juga: BHS Bersiap Maju di Pilkada Sidoarjo 2024
Ia menekankan bahwa keberadaan pelabuhan harus terintegrasi dengan kawasan industri khusus yang jauh dari permukiman warga. “Industri membutuhkan akses yang efisien dan lingkungan yang sesuai untuk pengembangan,” tambahnya.
Selain itu, sertifikasi lahan oleh Kementerian ATR menjadi agenda penting yang harus segera diselesaikan. Menurut BHS, langkah ini akan menghilangkan hambatan administratif dalam memulai pembangunan pelabuhan.
“Kami dari Komisi VII DPR RI akan terus mengawal proses ini hingga selesai. Pelabuhan Tanjung Carat adalah kunci untuk meningkatkan daya saing ekspor Sumatera Selatan,” ujarnya.
Baca Juga: Gelar Buka Puasa Bersama, BHS Ajak Atlit Pencak Silat Jatim Kejar Target Juara Umum PON Aceh-Sumut
Gubernur Sumatera Selatan menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan pembebasan lahan dan mendukung percepatan pembangunan. “Kami siap bekerja sama dengan semua pihak demi kesuksesan proyek ini,” ungkapnya.
Pelabuhan Tanjung Carat, yang berlokasi di Desa Marga Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, digadang-gadang akan menjadi pusat logistik dan perdagangan baru yang dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang di wilayah Sumatera Selatan.
Dengan dukungan dari DPR RI dan pemerintah pusat, pembangunan pelabuhan ini diharapkan bisa segera dimulai, memberikan dampak positif bagi ekonomi regional dan nasional. “Jika pelabuhan ini selesai, akan ada lompatan besar dalam pengembangan kawasan industri dan logistik di Sumsel,” tutup BHS (*)
Editor : Redaksi