37 Jamaah Umroh Asal Jember Terlantar di Jeddah, Kondisinya Sakit Sakitan

avatar Miftahul Rachman
  • URL berhasil dicopy
Keterangan Gambar: Jama'ah Umroh asal Jember saat diusir  dari Bandara Jeddah
Keterangan Gambar: Jama'ah Umroh asal Jember saat diusir dari Bandara Jeddah

Jember, JatimUPdate.id - Sebanyak 37 Jamaah Umroh asal Kabupaten Jember terlantar di Jeddah, Mekkah Arab Saudi. Senin (16/12/2024).

Kondisinya sakit sakitan, satu diantaranya sedang hamil dan mengalami pendarahan.

Melalui sambungan selulernya, salah satu Jamaah Umroh, Achmad Fawait, Warga Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember menjelaskan bahwa semula jama'ah umroh itu mendaftar melalui Tour and Travel PT Tasbih.

"Pada pemberangkatan pertama tanggal 1 Desember gagal, dengan alasan yang tidak jelas. Kami sudah sampai di Surabaya, terpaksa harus pulang lagi," katanya.

Pada pemberangkatan kedua kalinya, tanggal 4 Desember 2024, kata Fawait, PT Tasbih melimpahkan kepada PT Ash Sofwah Tour dan Travel.

"Kami seperti dipermainkan dari awal, kami lalu dilempar ke PT Ash Sofwah," katanya.

Sesuai jadwal, seharusnya pada Senin (16/12/2024) sudah kembali ke tanah air, namun jamaah umroh itu terkendala tidak adanya tiket pulang.

"Sehingga kami sekarang terpaksa harus beristirahat di mes dekat bandara, karena kami sudah diusir dari bandara," ujarnya.

Menurut Fawait, antara PT Tasbih dan PT Ash Sofwah, saling lempar tanggung jawab, sehingga menyebabkan kondisi jama'ah semakin tidak jelas.

"Katanya kalau urusan tiket pulang tanggung jawab PT Tasbih, padahal sepengetahuan kami urusan keuangan sudah dialihkan ke PT Ash Sofwah,," ujarnya.

Atas kejadian itu, Fawait segera menghubungi pihak KBRI dan Kanwil Depag Provinsi Jawa Timur, untuk memohon bantuan.

"Namun kami masih disuruh menunggu koordinasi dengan pihak Tour dan Travel yang memberangkatkan kami," katanya.

Untuk menelusuri kebenaran informasi itu, media ini mencoba menghubungi Perwakilan PT Ash Sofwah, Lukman Hakim melalui phone selulernya.

Lukman menjelaskan bahwa kejadian ini akibat dari tidak bertanggung jawabnya PT Tasbih.

"Apalagi ketua Rombongannya (Bu M) malah tidak ikutan berangkat," kata Lukman.

Meski pihaknya berusaha membantu agar masalah dapat tertangani, dengan mencarikan penginapan sementara.

"Kami berusaha membantu agar jama'ah menginap dulu di mes sementara," ujarnya.

Menurut Lukman, pihaknya juga sedang berusaha berkoordinasi dengan pihak terkait, agar masalah ini dapat tertanggulangi.

"Kami juga berusaha menghubungi KBRI setempat, untuk menanggulangi permasalahan ini," jelasnya.

Peristiwa karut marutnya penanganan Jama'ah Umroh, sebenarnya sudah seringkali terjadi. Namun masih terus terulang. Karenanya, media ini mencoba menghubungi Anggota DPRD Kabupaten Jember.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Eddy Cahyo Purnomo menegaskan akan segera menindaklanjuti kasus ini kepada pihak yang berwenang.

"Mohon datanya, akan segera kami tindak lanjuti," ujarnya.

Demikian pula dengan tanggapan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember Nilam Noor FW, yang berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, meski belum memberikan tanggapan. (MR)