Bro Michael Kritik Pengelolaan PT. YEKAPE: "Masih Jauh dari Cukup"

Reporter : -
Bro Michael Kritik Pengelolaan PT. YEKAPE: "Masih Jauh dari Cukup"
Pansus Yekape

Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota pansus YEKAPE, Josiah Michael atau yang akrab dipanggil Bro Michael, menyampaikan kekecewaannya terhadap pengelolaan PT. YEKAPE yang dinilai belum optimal. Hal ini disampaikan dalam rapat pansus YEKAPE, Selasa (17/12).

Bro Michael, menyatakan PT YEKAPE belum dikelola dengan baik. Salah satu perhatian utamanya adalah rendahnya tingkat pengembalian investasi (ROI) yang selama ini dicapai perusahaan.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

“Selama ini ROI PT YEKAPE di bawah 15%. Ini tentu tidak sehat untuk perusahaan developer. Kita tidak bisa hanya melihat bahwa mereka rutin menyetor dividen, tetapi harus mengevaluasi apakah keuntungan yang dihasilkan sudah maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengkritik pernyataan Direktur PT YEKAPE yang menyebut perusahaan sudah sehat dengan rentang keuntungan 8-12%. 

Menurut Bro Micahel, standar tersebut hanya relevan untuk perusahaan properti yang berfokus pada bisnis sewa-menyewa, bukan pada penjualan properti seperti YEKAPE.

Lebih jauh, Bro menyoroti minimnya kejelasan terkait indikator kinerja perusahaan. Salah satunya adalah data Time On Market, yang menggambarkan seberapa cepat produk properti mereka terjual. Hingga kini, jajaran direksi belum mampu memberikan jawaban memuaskan terkait hal tersebut.

“Dari semua yang dipaparkan, kami belum bisa melihat gambaran yang jelas mengenai bagaimana roda perusahaan berjalan. Dengan aset yang besar, ini sangat disayangkan. Perusahaan harus memperbaiki kinerja dan efisiensinya,” lanjutnya.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Bro Michael juga menekankan perlunya perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan PT YEKAPE, terutama untuk mengubah persepsi negatif masyarakat terhadap perusahaan daerah.

“Sudah jadi rahasia umum bahwa masyarakat sering menganggap perusahaan daerah tidak dikelola dengan benar. Ini saatnya kita membuktikan bahwa anggapan itu salah,” ujarnya.

Ke depan, Josiah berharap agar dalam rapat Pansus berikutnya, PT YEKAPE dapat menyajikan rencana bisnis yang lebih jelas, konkret, dan terukur.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

“Business plan yang baik harus menjadi prioritas. Ini bukan hanya soal keuntungan, tapi juga bagaimana perusahaan dijalankan secara profesional,” demikian Josiah Michael.

Diketahui: Rapat awalnya bertujuan membahas perubahan badan hukum PT YEKAPE menjadi Persero Daerah (Perseroda) justru memunculkan berbagai catatan kritis terkait kinerja perusahaan.

Dengan berbagai kelemahan yang terungkap, rapat Pansus menjadi momentum penting bagi PT YEKAPE untuk segera berbenah demi mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki.

Editor : Miftahul Rachman