Oleh: Ponirin Mika
Ketua Lakpesdam MWCNU Paiton dan Anggota Community of Critical Social Research Probolinggo, (Jurnalis JatimUPdate.id)
Baca juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual
Paiton-Probolinggo, JatimUPdate.id : KH. Zaini Mun'im, pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, bukan hanya dikenal sebagai seorang ulama yang bijaksana dan berdedikasi, tetapi juga sebagai seorang pejuang yang gigih dalam melawan penjajahan Belanda.
Sebagai bagian dari laskar Fisabilillah, perjuangan Kiai Zaini sangat luar biasa karena tidak hanya berkutat di ranah agama, tetapi juga berperan aktif dalam perjuangan melawan penjajahan yang sangat menindas rakyat Indonesia.
Kehadiran KH. Zaini Mun'im sebagai salah satu tokoh yang dicari oleh pihak kolonial Belanda menunjukkan betapa pentingnya peran beliau dalam perlawanan terhadap penjajahan.
Dalam beberapa sumber sejarah, disebutkan bahwa Belanda merasa terancam dengan pemikiran dan perjuangan Kiai Zaini, yang memimpin umat Islam untuk bangkit melawan kekuasaan kolonial.
Hal ini mengindikasikan bahwa beliau tidak hanya berjuang di medan dakwah, tetapi juga di medan pertempuran, berani menghadapi penjajah tanpa rasa takut.
Meskipun harus merasakan masa penahanan di Rumah Tahanan Kraksaan, Probolinggo, Kiai Zaini tidak gentar dan tetap melanjutkan perjuangannya.
Tahanan yang beliau alami bukanlah sebuah hambatan, melainkan bagian dari proses panjang dalam memupuk semangat perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Indonesia.
Pengalaman ini menunjukkan keteguhan prinsip Kiai Zaini untuk memperjuangkan kemerdekaan dan martabat bangsa, serta mengangkat derajat umat Islam di tanah air.
Perjuangan Kiai Zaini ini tentu saja memberikan dampak besar bagi generasi berikutnya, khususnya di kalangan santri dan umat Islam di Indonesia.
Pondok Pesantren Nurul Jadid yang beliau dirikan menjadi tempat penting untuk mendidik para generasi muda, mengajarkan bukan hanya ilmu agama, tetapi juga nilai-nilai perjuangan dan keberanian.
Beliau menanamkan pentingnya menjaga harga diri bangsa dan negara, serta menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya terbatas pada senjata, tetapi juga pada kesadaran kolektif untuk melawan penindasan.
Sebagai seorang ulama, Kiai Zaini tidak hanya memberikan pelajaran agama, tetapi juga menjadi contoh nyata tentang bagaimana harusnya seorang pemimpin bertanggung jawab tidak hanya untuk urusan rohani, tetapi juga urusan sosial dan politik masyarakat.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup
Dalam banyak kesempatan, beliau mengajarkan bahwa agama dan perjuangan untuk kemerdekaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan, dan keduanya harus berjalan beriringan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Hari ini, kita bisa melihat bagaimana Pondok Pesantren Nurul Jadid menjadi salah satu lembaga pendidikan yang melahirkan banyak tokoh yang memiliki kontribusi besar untuk bangsa ini.
Semangat juang KH. Zaini Mun'im tetap menginspirasi, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam penguatan semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air.
Haul Kiai Zaini hari ini menjadi momentum penting untuk mengingat, mengenang, dan meniru sepak terjang beliau dalam berjuang, mendidik, dan menciptakan kader-kader ilmuwan Islam melalui pesantren Nurul Jadid Paiton yang beliau dirikan.
Menurut beberapa laporan media, Pondok Pesantren Nurul Jadid kini telah menjadi salah satu pondok pesantren terbesar di Jawa Timur.
Pesantren ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga kedaulatan bangsa dan menghidupkan semangat kebangsaan.
Kiai Zaini telah mewariskan ajaran untuk senantiasa berjuang demi bangsa Indonesia, yang kini menjadi pedoman bagi para santri untuk terus berinovasi dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Kiai Zuhri Zaini Bedah Karakter Ulama Akhirat di Pengajian Ramadan Nurul Jadid
Dalam wawancara dengan beberapa tokoh masyarakat sekitar Probolinggo, banyak yang menyebutkan bahwa Kiai Zaini selalu menekankan pentingnya bersatu untuk melawan segala bentuk penindasan.
Hal ini terlihat jelas dalam setiap langkah perjuangan beliau, baik dalam dakwah maupun dalam aktivitas sosial yang terus memperjuangkan hak-hak rakyat.
Pesan ini kini dijadikan sebagai pegangan bagi generasi muda Indonesia, terutama di era globalisasi yang penuh tantangan.
Selain itu, perkembangan Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai lembaga pendidikan yang berkontribusi dalam melahirkan kader-kader pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan yang luas sangatlah signifikan.
Berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan di pondok pesantren ini mengajarkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air, sesuai dengan cita-cita Kiai Zaini untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga siap membela negara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Dengan mengingat perjuangan beliau, kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya senantiasa menghargai jasa para pahlawan, terutama mereka yang seperti KH. Zaini Mun'im, yang tidak hanya mengajarkan kita tentang pentingnya ilmu agama, tetapi juga tentang pentingnya berani menghadapi ketidakadilan demi mewujudkan kemerdekaan dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.
Perjuangan mereka adalah cermin dari semangat kebangsaan yang tidak pernah pudar, meskipun waktu telah berlalu. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat