Sumenep, JatimUPdate.id : Kabar meninggalnya seorang ibu hamil asal Masalembu di atas kapal kembali ramai diperbincangkan.
Baca juga: Terisolir Cuaca Buruk, KRI Malahayati 362 Bawa Bantuan Logistik ke Pulau Masalembu Sumenep
Banyak yang mengaitkan kejadian ini dengan minimnya fasilitas kesehatan di kepulauan tersebut. Namun, benarkah demikian?
Faktanya, Leha (20) tidak pernah memeriksakan diri ke Puskesmas Masalembu sebelum berangkat ke Sumenep.
Keluarganya pun mengonfirmasi bahwa ia langsung dibawa pergi tanpa mendapatkan rujukan dari tenaga medis setempat.
"Anak saya tidak pernah ke Puskesmas. Begitu merasa sakit, kami langsung membawanya ke Sumenep," jelas Bahtiar (46), ayah kandung Leha.
Baca juga: Konflik Antar Nelayan Kembali Terjadi di Laut Masalembu
Pernyataan ini membantah anggapan bahwa kurangnya infrastruktur kesehatan menjadi penyebab utama kematian Leha (20).
Puskesmas Masalembu masih beroperasi dan tetap melayani masyarakat, termasuk ibu hamil.
Namun, layanan kesehatan tidak bisa berjalan optimal jika masyarakat sendiri enggan untuk memanfaatkannya.
Lasri, paman Leha, juga menegaskan bahwa menyalahkan pemerintah tanpa melihat fakta yang ada hanya akan menyesatkan opini publik.
"Pemerintah sudah menyediakan fasilitas kesehatan, tapi kalau masyarakat tidak datang memeriksakan diri, tenaga medis pun tidak bisa berbuat banyak," ujar Lasri, Paman Leha.
Pelajaran penting dari kejadian ini adalah kesadaran untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan sejak dini, terutama bagi ibu hamil yang memerlukan pemantauan khusus. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk sebelum mencari pertolongan.(feb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat