Pansus Banjir DPRD Surabaya Soroti Hilir dan Drainase Permukiman

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Rapat Raperda Penanggulangan Banjir

Surabaya,JatimUPdate.id – Pansus DPRD Surabaya yang membahas Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir menggelar rapat bersama OPD dan sejumlah camat. 

Rapat ini dipimpin Ketua Pansus Aning Rahmawati dan dihadiri Dinas Sumber Daya Air dan Bagian Hukum. Ia menyoroti belum optimalnya normalisasi saluran dan tumpang tindih kewenangan, seperti di Sukolilo, di mana plengsengan justru berada di bawah BBWS.

Baca juga: KTR di DPRD Surabaya Berlaku: Komisi D Malah Heran Tanpa Smoking Area, Mereka Punya Hak!

“Sebagai pansus, kami bertanggung jawab menangani banjir se-Kota Surabaya,” tegas Aning.

Ia juga menyoroti pentingnya pengendalian dari hulu ke hilir, terutama di wilayah Rungkut, Tenggilis, Wonocolo, dan Gununganyar. Rumah pompa dan saluran gendong akan dibangun di Medokan Ayu sebagai solusi.

“Selama ini pintu air tidak ditutup karena tambak masih butuh air. Tapi itu justru memicu banjir ke kota,” ujarnya.

Baca juga: Pemkot Blokir Adminduk Mantan Suami Abai Nafkah, Komisi A: Langkah Tegas Beri Efek Jera

Empat kecamatan akan diuntungkan jika hilir dibenahi. Anggaran Rp 38 miliar telah disiapkan untuk rumah pompa dan pembebasan lahan.

Untuk Sukolilo, dibutuhkan saluran baru senilai Rp 50 miliar di 2025, turun dari rencana sebelumnya Rp 1,3 triliun. 

Baca juga: KTR di DPRD Surabaya, Dewan: Harus Bijak Sediakan Smoking Area

Sementara pembangunan bozem direncanakan di kawasan taman bundaran Bale Hinggil. Aning mengingatkan, warga juga berperan penting. 

“Masih banyak rumah menutup saluran. Padahal tidak perlu gorong-gorong baru, cukup normalisasi,” pungkasnya. (*Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru