Tak Sekadar Seremonial, dr. Alif Hadir Langsung Bantu Anak Penderita Polio

Reporter : Redaksi
Wabub Gresik yang juga Plt Bupati Gresik dr Alif menyerahkan bantuan kursi roda.

 

Gresik, JatimUPdate.id – Kepedulian terhadap masyarakat tak hanya diwujudkan melalui kebijakan strategis, tetapi juga lewat aksi nyata di lapangan. Wakil Bupati Gresik, dr. Asluchul Alif, kembali menunjukkan komitmennya merespons cepat keluhan warga.

Baca juga: Kunker Kapolres Trenggalek ke Mapolsek Suruh, Tekankan Sinergitas Jaga Kamtibmas

Kali ini, ia mengunjungi langsung kediaman salah satu warga di Kelurahan Pekelingan, Kecamatan Gresik, setelah menerima pesan WhatsApp berisi permohonan bantuan kursi roda.

Pesan itu berasal dari keluarga anak berusia 12 tahun yang menderita polio dan sangat membutuhkan alat bantu mobilitas.

Tanpa prosedur birokrasi berbelit, dr. Alif langsung menjadwalkan kunjungan dan menyerahkan bantuan tersebut secara langsung, Jumat (9/5/2025).

"Begitu saya baca pesannya dan cek kondisi anak bernama Marvel, saya putuskan untuk langsung datang. Ini bagian dari tugas kami sebagai pelayan masyarakat. Jangan sampai ada warga kesulitan hanya karena terhambat proses administratif," tegas dr. Alif saat menyerahkan kursi roda.

Munir, ayah dari Marvel, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. “Saya kaget sekaligus bahagia. Tidak menyangka Pak Wabup datang langsung dan memberikan bantuan untuk anak saya. Terima kasih atas perhatiannya,” ujarnya.

Namun, kunjungan itu bukan sekadar seremoni. Wakil Bupati juga memberikan arahan kepada perangkat kelurahan, kader kesehatan, dan warga terkait pentingnya validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia menyoroti masih banyak warga layak bantuan yang belum terdata dengan baik.

Baca juga: AKD Tambak : 13 Desa di Kec. Tambak Dalam Empat Hari Tuntaskan Pembentukan Kopdes Merah Putih

"Saya minta kelurahan dan desa lebih proaktif. Jangan sampai warga miskin tidak masuk DTKS. Kalau datanya tidak siap, bantuan tidak akan sampai. Jangan sampai 'kancrit', tidak teridentifikasi," tandasnya.

Selain penekanan soal DTKS, dr. Alif juga mengajak warga untuk memastikan kepesertaan dalam program Universal Health Coverage (UHC). Ia menekankan bahwa tidak boleh ada warga yang kesulitan berobat hanya karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Kesehatan adalah hak dasar. Pemerintah harus hadir menjamin akses layanan bagi semua warga, terutama keluarga miskin," jelasnya.

Sebagai seorang dokter, ia juga menyempatkan memberikan edukasi mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat. Menurutnya, penyakit seperti polio, stunting, hingga diare erat kaitannya dengan lingkungan yang kurang layak.

Baca juga: TPP Gresik Bangga Jadi Bagian Menorehkan Prestasi Kabupaten Tercepat Pendirian Kopdes Merah Putih

"Jaga kebersihan lingkungan, pastikan anak-anak kita tumbuh sehat. Air bersih, sanitasi, gizi, dan edukasi harus menjadi perhatian bersama," pesannya.

Menutup kunjungan, dr. Alif kembali menekankan bahwa semua bentuk bantuan pemerintah harus berbasis pada data. Ia mengimbau warga yang layak segera mengajukan agar masuk dalam DTKS dan mengikuti prosedur yang berlaku.

Langkah cepat dan responsif dari dr. Alif ini pun menuai apresiasi warga. Banyak yang merasa pemerintah benar-benar hadir, mendengar, dan peduli terhadap setiap keluhan masyarakat. (anang firdaus/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru