Jakarta, JatimUPdate.id - Dinamika Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menjelang pelaksanaan muktamar X semakin memanas. Seluruh Pengurus DPC Se Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) menarik dukungan terhadap Plt. Ketua Umum, Muhammad Mardiono, serta menolak pencalonan kembali dirinya dalam Muktamar X mendatang.
DPW PPP Kepri juga menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepengurusan hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) yang digelar Mei lalu di Batam.
Baca juga: Sekjen PPP Sebut 20 DPW Ingin Ganti Ketum di Muktamar 2025
" Kami menolak SK DPP Nomor 1693/SK/DPP/W/VI/2025 yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi DPC se-Kepri dan menandakan pengabaian prinsip kolegialitas partai," kata Andi Purnama, Wakil Ketua DPW PPP Kepri, yang ditunjuk sebagai juru bicara, yang didampingi seluruh ketua DPC PPP se-Kepri dan sejumlah pengurus harian DPW PPP Kepri di Tanjungpinang dalam rilis media kemarin.
Atas kesewenang -wenangan tersebut seluruh DPC se Kepri memberi tenggat waktu tujuh hari kepada DPP PPP untuk merespons pernyataan ini, sebelum ditempuh langkah hukum administratif sesuai aturan internal partai. Selain itu seluruh pengurus DPC se Kepri juga mendukung hadirnya figur-figur baru yang memiliki integritas, kapabilitas, serta visi membangkitkan kembali kejayaan PPP pada Pemilu 2029.
Andi Purnama juga menyebut bahwa pelaksanaan Muswilub DPW PPP Kepri meninggalkan banyak catatan kritis.
Baca juga: PAN Gabung PDIP, Elit Demokrat: Kita Hormati, Enggak Apa-apa!
“Ada mekanisme dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi yang seharusnya dijalankan. Namun pelaksanaan Muswilub tidak kolektif-kolegial, dan tidak dirapatkan terlebih dahulu di internal pengurus harian. Seolah partai ini milik segelintir orang,” ujarnya.
Senada, Bendahara DPW PPP Kepri, Effy Yusuf, menambahkan bahwa proses Muswilub dinilai cacat secara moral. Ia mengungkap adanya praktik penunjukan sepihak nama-nama dalam struktur kepengurusan tanpa konfirmasi, yang akhirnya berujung pada pengunduran diri sejumlah pihak. “SK itu seperti main comot nama orang, tanpa dikomunikasikan. Tidak elok,” katanya.
Baca juga: Usai Dilantik, Legislator PPP Silaturahmi bersama Masyarakat Relawan dan Simpatisan
Kekecewaan juga diungkapkan Ketua DPC PPP Lingga, Saparudin, Ketua DPC Natuna, Pang Ali, dan Ketua DPC Bintan, Firdaus. Ketiganya memprotes keputusan formatur DPP yang tidak mengakomodasi calon ketua yang diusulkan mayoritas formatur dan seluruh DPC se-Kepri, yakni Dr. Gaffaruddin Ibrahim, M.Si. Justru nama lain yang disahkan oleh Plt. Ketua Umum, Muhammad Mardiono.
“Kami 100 persen DPC se-Kepri sepakat usulkan Pak Gaffaruddin. Tapi malah disahkan nama lain tanpa alasan jelas. Ini menunjukkan bahwa aspirasi kami diabaikan,” tegas Firdaus (*).
Editor : Redaksi