Surabaya,JatimUPdate.id – Dhipa Satwika Oey kini dipercaya menahkodai Bidang Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GMNI.
Di usianya yang relatif muda, ia berada di posisi strategis mengawal arah politik organisasi di tingkat nasional.
Baca juga: GMNI Surabaya Ganti Komando, Herald Renhartj Ambil Peran Pimpinan Sementara
Dhipa merupakan keturunan Sarang Musa, tokoh yang dalam sejarah lokal dikenal sebagai bagian dari awal ditemukannya minyak di Balikpapan pada akhir abad ke-19.
Momentum itu kemudian mengantarkan Balikpapan dijuluki Kota Minyak.
Meski memiliki jejak sejarah keluarga yang kuat, Dhipa menegaskan jalur perjuangannya di ruang politik.
“Sejarah mengajarkan saya bahwa kekayaan alam tidak pernah berdiri sendiri. Ada orang yang menjaga, ada rakyat yang menjaga, ada tanah yang diwariskan, dan ada tanggung jawab untuk memastikan hasilnya harus kembali kepada masyarakat. Politik harus menjadi alat perjuangan, bukan alat kekuasaan,” tegas Dhipa, melalui keterangannya, Kamis (19/2).
Baca juga: GMNI, Marhaenisme, dan Krisis Gerakan Mahasiswa di Tengah Dunia yang Kian Ganas
Ia menambahkan pembangunan dan pengelolaan sumber daya tidak boleh menjauh dari prinsip keadilan sosial.
“Kalau Balikpapan bisa dikenal dunia karena minyaknya, maka hari ini tugas kita memastikan rakyatnya juga dikenal karena kesejahteraannya. Negara harus hadir, bukan hanya mengambil, tetapi melindungi dan menyejahterakan,” ujarnya.
Melalui kepemimpinannya di skala nasional, Dhipa membawa semangat itu ke tingkat nasional,
Baca juga: Polri Harus Bertindak! Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS adalah Ancaman terhadap Demokrasi
Ia menegaskan siap mengawal arah kebijakan agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan cita-cita keadilan sosial.
"Negara tidak boleh hanya hadir saat menarik manfaat, tetapi juga wajib memastikan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama," urai Dhipa Satwika Oey. (*Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat