Keberlangsungan Industri Demi Nasib Petani dan Buruh, Pengusaha Rokok Madura Tuntut Tarif Cukai yang Fair

Reporter : Rio Rolis
Owner PR Cahaya Pro H. Fathor Rosi (batik putih) saat foto bersama Menkeu Purbaya.

 

Pamekasan, JatimUPdate.id - Owner PR Cahaya Pro H. Fathor Rosi, terus lantang menyuarakan pentingnya kebijakan berkeadilan bagi pelaku usaha rokok di Madura.

Baca juga: Dukung PR Cahaya Pro, Owner CV Jawara Sepakati Usulan Tarif Cukai Murah di Madura

Keterjangkauan tarif cukai hasil tembakau dinilai menjadi penentu utama. 

Perbandingan harga rokok dari masa ke masa diharapkan jadi bahan refleksi historis bagi pemangku kebijakan.

Menurutnya, pada tahun 1999 harga Sigaret Kretek Mesin (SKM) hanya Rp225 per batang, sedangkan Sigaret Kretek Tangan (SKT) Rp150 per batang.

Total tarif keseluruhan pada waktu itu dengan pajak lainnya berada di angka 36 persen. 

Sedangkan di tahun 2026, ungkap Haji Fathor, pungutan tarif cukainya 57 persen, ditambah pungutan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 9,9 persen, ditambah lagi pajak rokok sebanyak 10 persen.

"Jadi tahun 2026 berkisar 70 persen yang harus dibayar ke negara. Artinya, kalau harga rokok Rp10 ribu, maka Rp7 ribu masuk ke negara," papar H. Fathor Rosi, Jumat (25/2/2025).

Alumnus UIN Madura itu menilai, kenaikan harga rokok yang signifikan tidak bisa dilepaskan dari kebijakan kenaikan tarif cukai secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya, harga jual eceran rokok di pasaran ikut terdongkrak.

Dia berharap kebijakan tarif cukai ke depan tetap mempertimbangkan aspek keterjangkauan, baik bagi konsumen maupun bagi keberlangsungan industri hasil tembakau. Sebab, sektor ini melibatkan banyak pihak, mulai dari petani tembakau, buruh linting, distributor, hingga pelaku usaha kecil.

Diterangkan, para pengusaha rokok di Madura satu suara berharap tarif cukai SKM Rp250 per batang. Biar bisa dijangkau, tegas Haji Fathor, apalagi umur usaha rokok di Madura masih di bawah 20 tahun. 

“Kami tidak bermaksud mengatur negara. Tapi, biar sama-sama fair,” tegasnya.

Pihaknya menjabarkan data dan fakta penting terkait cukai rokok di bawah ini.

Batasan harga jual eceran dan tarif cukai per batang atau gram hasil tembakau buatan dalam negeri tahun 2024.

1. SKM

Golongan I: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp2.260,00 per batang dengan tarif cukai Rp1.231,00.

Golongan II: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp1.380,00 per batang dengan tarif cukai Rp746,00.

2. SPM

Golongan I: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp2.380,00 per batang dengan tarif cukai Rp1.336,00.

Golongan II: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp1.465,00 per batang dengan tarif cukai Rp794,00.

3. SKT atau SPT

Golongan I: 

Baca juga: Ulfatur Riski, Juara Lomba Menulis Esai HPN 2026 & HUT ke-80 PWI Kabupaten Pamekasan

- Untuk harga jual lebih dari Rp1.980,00 dikenakan tarif cukai Rp483,00.

- Untuk harga paling rendah Rp1.375,00 sampai dengan Rp1.980,00 dikenakan tarif cukai Rp378,00.

Golongan II: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp865,00 dengan tarif cukai Rp223,00.

Golongan III: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp725,00 dengan tarif cukai Rp122,00.

4. SKTF atau SPTF (Tanpa Golongan)

Batasan harga jual eceran paling rendah Rp2.260,00 dengan tarif cukai Rp1.231,00.

5. KLM

- Golongan I: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp950,00 dengan tarif cukai Rp483,00.

- Golongan II: Batasan harga jual eceran paling rendah Rp200,00 dengan tarif cukai Rp25,00.

6. TIS (Tanpa Golongan)

- Untuk harga lebih dari Rp275,00 dikenakan tarif cukai Rp30,00.

Baca juga: Semarakkan HPN 2026, PWI Pamekasan Gandeng Kusuma Hospital Cek Kesehatan Jantung Wartawan dan Kades

- Untuk harga lebih dari Rp180,00 sampai dengan Rp275,00 dikenakan tarif cukai Rp25,00.

- Untuk harga paling rendah Rp55,00 sampai dengan Rp180,00 dikenakan tarif cukai Rp10,00.

7. KLB (Tanpa Golongan)

Batasan harga jual eceran paling rendah Rp290,00 dengan tarif cukai Rp30,00.

8. CRT (Tanpa Golongan)

- Untuk harga lebih dari Rp198.000,00 dikenakan tarif cukai Rp110.000,00.

- Untuk harga lebih dari Rp55.000,00 sampai dengan Rp198.000,00 dikenakan tarif cukai Rp22.000,00.

- Untuk harga lebih dari Rp22.000,00 sampai dengan Rp55.000,00 dikenakan tarif cukai Rp11.000,00.

- Untuk harga lebih dari Rp5.500,00 sampai dengan Rp22.000,00 dikenakan tarif cukai Rp1.320,00.

- Untuk harga paling rendah Rp495,00 sampai dengan Rp5.500,00 dikenakan tarif cukai Rp275,00. (rilis/rio/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru