Bondowoso, JatimUPdate.id – Ambrolnya Jembatan Sentong di ruas Jalan Mastrip, Kabupaten Bondowoso, menyisakan persoalan serius bagi warga. Tak hanya memutus akses utama Bondowoso–Jember, kondisi ini juga memukul aktivitas ekonomi masyarakat.
Baca juga: Jembatan Sentong Ditutup, Omzet Usaha Anjlok 50%: Pemkab Bondowoso Kebut Jembatan Darurat 14 Hari
Sejumlah pelaku usaha mengaku omzet mereka turun drastis, bahkan hingga 50 persen sejak jembatan tak bisa dilalui. Distribusi barang tersendat, sementara mobilitas warga harus memutar jauh melalui jalur alternatif.
Dalam forum konsultasi publik yang digelar DPU Bina Marga Jawa Timur bersama Komisi D DPRD Jatim, Kamis (16/4), suara warga pun mengemuka. Mereka mendesak solusi cepat, salah satunya pembangunan jembatan darurat khusus pejalan kaki.
“Kalau kendaraan masih bisa memutar, tapi pejalan kaki sangat kesulitan. Ini yang paling dirasakan warga,” ungkap salah satu peserta forum.
Selain akses darurat, warga juga meminta penambahan penerangan di area pemakaman yang berada di sisi jembatan. Minimnya penerangan dinilai rawan dan mengganggu aktivitas, terutama pada malam hari.
Baca juga: Bupati Bondowoso Dorong PKK Kawal Stunting, Pangan, dan Literasi Digital Keluarga
Anggota Komisi D DPRD Jatim dari Fraksi Gerindra, H. Satib, menyatakan seluruh aspirasi tersebut telah ditampung dan disepakati dalam forum. Ia memastikan, kebutuhan jembatan darurat dan penerangan akan menjadi bagian dari penanganan awal.
“Banyak warga mengeluh, terutama pelaku usaha. Dampaknya nyata, sehingga percepatan penanganan menjadi penting,” ujarnya.
Di sisi lain, Satib juga mendorong agar proyek pembangunan jembatan permanen tidak berjalan lambat. Ia meminta agar durasi pengerjaan yang direncanakan 250 hari bisa dipercepat dengan penambahan tenaga kerja dan sistem kerja bergilir.
Baca juga: Khodijatul Qodriyah Lantik 14 Ketua TP PKK Kecamatan, Dorong Penguatan Keluarga hingga Akar Rumput
“Kalau perlu ditambah menjadi tiga shift, supaya pengerjaan lebih cepat tanpa mengurangi kualitas,” tegasnya.
Diketahui, proyek penggantian Jembatan Sentong memiliki nilai anggaran Rp17,5 miliar. Konstruksi akan menggunakan PCI girder dengan pondasi bore pile sedalam 24–28 meter, serta lebar jembatan mencapai 14 meter.
Meski pembangunan direncanakan rampung sebelum akhir 2026, warga berharap solusi jangka pendek segera direalisasikan. Bagi mereka, akses bukan sekadar jalan penghubung, melainkan penopang utama kehidupan sehari-hari. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman