Sidoarjo, JatimUPdate.id - Kondisi jembatan penghubung lintas kabupaten di Desa Tarik, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, memprihatinkan.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Perkuat Sinkronisasi Data RTLH, Targetkan Bantuan Tepat Sasaran
Jembatan tersebut sudah tidak layak digunakan dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kerusakan fisik yang cukup parah, mulai dari usia bangunan yang tua, lebar jembatan yang sempit, hingga minimnya fasilitas pengaman menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan.
Kondisi diperparah dengan posisi jembatan yang lebih rendah dari badan jalan. Bahkan, pagar pembatas hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya rusak berat.
Warga setempat pun terpaksa memasang tali rafia sebagai penanda darurat bagi pengendara yang melintas.
“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.
Baca juga: Bupati Subandi Serahkan SK Pensiun kepada 118 PNS, Minta Tetap Aktif Berkarya untuk Masyarakat
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Subandi langsung meninjau jembatan yang menghubungkan Desa Tarik, Kabupaten Sidoarjo, dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto, usai melakukan sidak RTLH dan menyerahkan bantuan kursi roda.
“Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini dibangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Subandi, Sabtu (2/5/2026).
Ia menegaskan, keberadaan jembatan tersebut sangat vital karena menjadi akses penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan pembangunan kembali dijadwalkan pada 2027.
“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.
Baca juga: Momen Langka, Subandi-Mimik Tampil Bersama Pimpin Gerakan Sidoarjo ASRI
Subandi menyebut, proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan tiga atau bulan empat sudah ada pembangunan di sini,” ujarnya.
Selain rencana pembangunan, ia juga menyoroti perlunya normalisasi di sekitar area jembatan guna mendukung kelancaran fungsi infrastruktur tersebut.
“Yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” tambahnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat