Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri menganggap kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa 200 siswa di kota Pahlawan menjadi alarm serius bagi pelaksanaan MBG
"Utamanya dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," kata Syaifuddin, Selasa (12/5).
Baca juga: Aksi DKS Menggema di Balai Kota, Massa Soroti Dugaan Abuse of Power
Kendati begitu, Syaifuddin menekankan MBG tetap harus berjalan.
Ia juga mengimbau pengawasan dan standar higienitas makanan harus dilakukan evaluasi.
“Kalau melihat situasi sekarang, MBG tetap jalan. Tapi paling tidak harus ada standarisasi dalam melakukan kontrol agar supaya tidak terjadi kembali,” tambah Syaifuddin.
Syaifuddin menegaskan, keamanan pangan tidak cuma dilihat dari kondisi fisik makanan saja.
Baca juga: Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG: Johari Prihatin, Desak Transparansi Pemeriksaan
Namun tutur dia, dipastikan memenuhi standar higienitas, kandungan bahan makanan, hingga proses pengolahan dan distribusi.
“SOP-nya mungkin hanya melihat basi atau tidak. Nah bagaimana MBG ini terus berjalan tapi juga harus ada standar higienis. Apakah makanan itu benar-benar aman, tidak beracun atau tidak mengandung sesuatu yang mengakibatkan keracunan, ini yang harus dipastikan,” ujarnya.
Syaifuddin mendorong kasus serupa tidak terjadi lagi ke depannya, agar tak menimbulkan traumatik siswa maupun orang tua murid.
Baca juga: Pansus Banjir Surabaya: Saluran Lingkungan Harus Jadi Tanggung Jawab Kelurahan dan Kecamatan
Ia pun mengapresiasi langkah cepat tenaga kesehatan, sekolah, dan pihak terkait dalam menangani dugaan kerucanan MBG tersebut.
"Respons cepat penting untuk mencegah kondisi siswa semakin memburuk," beber Syaifuddin Zuhri. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman