Bondowoso, JatimUPdate.id, – Di balik pembagian 25 ribu kupon daging kurban di Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, ada ratusan panitia yang bekerja tanpa bayaran demi memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, aman, dan nyaman.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Bobotnya Capai 900 Kilogram
Pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso melibatkan sekitar 470 panitia dari berbagai unsur, mulai santri, alumni, wali santri, wali murid, hingga masyarakat sekitar.
Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 760 panitia. Penyesuaian dilakukan seiring berkurangnya jumlah hewan kurban tahun ini.
Ketua Panitia Kurban Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Ustadz Abd. Somad, mengatakan setiap tahun panitia selalu melakukan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Kalau tahun lalu sekitar 760 panitia, tahun ini sekitar 470 orang karena jumlah hewan kurban juga berkurang. Tapi setiap tahun kami selalu melakukan evaluasi supaya pelaksanaan kurban lebih baik dan lebih nyaman untuk masyarakat,” ujarnya saat diwawancarai pada hari kedua Iduladha, Kamis (28/5/2026).
Berbagai pembenahan dilakukan tahun ini, mulai dari pengaturan antrean masyarakat hingga penyediaan fasilitas pendukung bagi penerima daging kurban maupun panitia.
Panitia menerapkan sistem empat jalur distribusi untuk mengurai kepadatan antrean warga.
Jalur tersebut meliputi jalur khusus laki-laki, jalur perempuan, jalur pengendara motor atau drive-thru, serta jalur prioritas bagi lansia, ibu hamil, ibu menyusui, ibu membawa anak, dan penyandang disabilitas.
“Tujuannya supaya masyarakat lebih nyaman dan tidak berdesakan saat pengambilan daging kurban,” katanya.
Panitia juga memperpanjang tarup antrean agar warga tidak kepanasan saat menunggu giliran pengambilan daging kurban.
Sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan, mulai dari air pendingin, layanan kesehatan, hingga ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat selama kegiatan berlangsung.
Menurut Abd. Somad, pelaksanaan tahun ini juga berbeda dibanding sebelumnya. Jika tahun lalu pengambilan kupon dibatasi hingga jam tertentu, maka tahun ini seluruh warga yang memegang kupon resmi tetap akan dilayani sampai selesai.
“Tahun ini siapa pun yang punya kupon resmi dari panitia tetap kami layani sampai selesai dan tetap mendapatkan daging kurban,” tegasnya.
Selain melibatkan ratusan panitia umum, pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso juga melibatkan tim khusus pembawa plakad nama donatur dan pekurban.
Plakad tersebut dibawa saat penyembelihan sebagai identitas dan bentuk amanah dari masing-masing donatur kurban.
Salah satu panitia bagian plakad sapi, Hafidi, mengaku telah delapan tahun terlibat dalam pelaksanaan kurban di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso.
“Alhamdulillah sudah sekitar delapan tahun ikut membantu bagian plakad sapi,” ujarnya.
Sementara Giantoro mengaku sudah lebih dari 10 tahun menjadi bagian dari panitia kurban Ponpes Al-Ishlah Bondowoso.
Menurutnya, kekompakan panitia menjadi salah satu kunci kelancaran pelaksanaan kurban setiap tahunnya.
“Karena sudah rutin setiap tahun, panitia jadi saling memahami tugas masing-masing,” katanya.
Tak hanya itu, proses penyembelihan hewan kurban tahun ini juga melibatkan puluhan Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat guna memastikan seluruh proses penyembelihan berjalan sesuai syariat Islam dan standar kehalalan.
Di akhir pembagian daging kurban pada Rabu (27/5/2026), Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan kurban tahun ini yang kembali mendapat dukungan besar dari muslim Singapura.
“Alhamdulillah dari saudara Singapura tahun ini ada 807 ekor kambing dan 87 ekor sapi. Kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Banyak dan sedikit semuanya datang dari Allah,” ujarnya.
Baca juga: MN Kahmi Lakukan Penyembelihan Hewan Qurban, 12 Ekor Sapi dan 11 Ekor Kambing
Abi Thoha juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh donatur dan tamu dari Singapura apabila selama pelaksanaan kurban terdapat kekurangan dalam pelayanan panitia.
Ia berharap silaturahmi dan kerja sama kurban antara Ponpes Al-Ishlah Bondowoso dengan muslim Singapura terus terjaga pada tahun-tahun mendatang.
“Mudah-mudahan tahun depan kita semuanya diberikan kesehatan, panjang umur, dan dipertemukan kembali,” katanya.
Pada Iduladha tahun ini, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso menyembelih total 941 hewan kurban yang terdiri dari 845 ekor kambing dan 96 ekor sapi.
Ribuan paket daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat Bondowoso dan sejumlah daerah lain melalui sekitar 25 ribu kupon yang telah disiapkan panitia.
Di balik besarnya pelaksanaan kurban tersebut, ratusan panitia bekerja secara sukarela demi memastikan masyarakat tetap terlayani dengan baik hingga seluruh pembagian selesai.
“Semua panitia bekerja ikhlas tanpa dibayar. Ada yang bertugas dua hari penuh, ada juga yang sehari penuh membantu pelaksanaan kurban,” pungkas Abd. Somad. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman