Kementerian Haji dan Umrah Dinilai Bawa Perbaikan Nyata, Wamenag Sebut Gagasan Prabowo Mulai Terbukti

Reporter : Imam Hambali
Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 1447 H, Muhammad Syafi'i menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini semakin baik pelayanannya.

 

Mekkah, Arab Saudi, JatimUPdate.id - Wakil Menteri Agama sekaligus anggota Amirul Hajj 1447 H, Muhammad Syafi'i menilai gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Kementerian Haji dan Umrah mulai menunjukkan hasil nyata dalam perbaikan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji nasional.

Baca juga: Wamen Haji : Penyelenggaran Haji Dan Umroh Sudah Semakin Membaik

Dalam keterangannya di Makkah, Minggu (31/5/2026), Romo Syafi'i menyebut pembentukan kementerian khusus tersebut sebagai langkah strategis dan bersejarah.

Menurutnya, untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka, urusan haji ditangani oleh lembaga yang fokus, terintegrasi, dan lebih responsif terhadap kebutuhan jemaah.
Ia mengatakan, di tingkat global hanya Indonesia dan Arab Saudi yang memiliki kementerian khusus yang menangani urusan haji.

Romo Syafi'i menilai transformasi kelembagaan tersebut memberikan energi baru dalam penyelenggaraan haji 2026. Sejumlah perbaikan disebut telah terlihat sejak tahap persiapan di Tanah Air, termasuk penerapan pengetatan istitha'ah kesehatan yang berdampak pada pembatalan keberangkatan 345 calon jemaah demi menjaga keselamatan mereka.

Di Arab Saudi, peningkatan layanan juga dinilai terjadi pada berbagai sektor. Mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi hingga kesehatan. Layanan Bus Shalawat kini beroperasi selama 24 jam, fasilitas hotel disebut lebih tertata dan nyaman, sementara kualitas konsumsi dinilai stabil dan terjaga.

Pada sektor kesehatan, kerja sama dengan Saudi German Hospital serta penguatan klinik satelit dinilai mampu mempercepat penanganan jemaah yang membutuhkan layanan medis.

Baca juga: Jemaah Haji Bondowoso Tuntaskan Rukun Haji, Kondisi Sehat dan Penuh Kebahagiaan

Saat fase puncak haji, penataan tenda berbasis kelompok terbang (kloter) di Arafah dan Mina juga disebut mengalami peningkatan. Tenda dilengkapi pendingin udara dan didukung 18 unit mobil buggy untuk membantu jemaah lanjut usia maupun mereka yang mengalami kelelahan.

Selain itu, sistem manajemen layanan dan antrean dinilai lebih tertib serta efisien dibandingkan sebelumnya. Menurut Romo Syafi'i, berbagai pembenahan tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi.

"Seluruh capaian ini menunjukkan efektivitas gagasan Presiden Prabowo dalam membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai langkah reformasi besar dalam tata kelola haji Indonesia," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah ruang perbaikan, terutama pada layanan di Mina. Namun, ia optimistis kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia akan terus meningkat seiring penguatan kelembagaan dan bertambahnya pengalaman dalam pengelolaan layanan.

Baca juga: Golkar Bondowoso Tebar Kurban hingga Lima Dapil, Sembelih 7 Sapi dan 2 Kambing pada Idul Adha 1447 H

"Ke depan saya yakin pelaksanaan haji akan semakin baik. Apa yang terjadi pada 2026 menjadi fondasi perbaikan besar berikutnya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Romo Syafi'i juga memberikan apresiasi kepada Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf Hasyim dan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Keduanya dinilai menunjukkan kepemimpinan yang responsif, energik, serta aktif turun langsung memantau kondisi jemaah di lapangan.

"Keduanya menunjukkan energi luar biasa dan kehadiran langsung di lapangan. Ini menjadi modal penting untuk peningkatan layanan haji Indonesia ke depan," pungkasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru