BGN Coret 39 Ribu Siswa dari Penerima Makan Bergizi Gratis, Anggaran Dialihkan ke Daerah 3T dan Kelompok Rentan

Reporter : Imam Hambali
Foto Dekade 08 yang menjelaskan kebijakan hasil evaluasi Badan Gizi Nasional

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penataan ulang atau refocusing penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: Mewaspadai Situasi Yang Abnormal

Hasil pendataan sementara menunjukkan sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa dengan total 39.352 siswa tidak lagi menjadi prioritas penerima program karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sebagaimana dikutip Redaksi JatimUPdate.id dari laman media sosial Dekade 08 pada Minggu (21/06/2026).

Wakil Kepala BGN sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anggaran negara dapat difokuskan kepada kelompok yang lebih membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.

"Sampai dengan hari ini kami sudah melakukan pendataan dan teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan jumlah penerima manfaat 39.352 siswa. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk mereka akan difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi pemenuhan gizi," ujar Agustina di Kantor Pusat BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Menurut dia, sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar evaluasi dipilih berdasarkan sejumlah indikator, mulai dari kondisi sosial ekonomi keluarga, tingkat kerentanan gizi, hingga kemampuan siswa dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari tanpa bantuan pemerintah.

Anggaran Dialihkan ke Daerah 3T dan Kelompok Rentan

Agustina menjelaskan, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah tersebut akan dialihkan kepada kelompok yang dinilai lebih membutuhkan. Sasaran baru mencakup anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Nantinya pemerintah mengalihkan anggaran itu ke sekolah lain yang lebih membutuhkan, termasuk daerah 3T, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," katanya.

Ia menegaskan, proses pendataan masih terus berlangsung sehingga jumlah sekolah maupun siswa yang akan dikeluarkan dari daftar penerima manfaat MBG masih berpotensi bertambah.

Baca juga: Dari Bolu Ketan ke Popularitas Politik

Data Jadi Dasar Penentuan Penerima

BGN, lanjut Agustina, saat ini terus memperbarui dan meningkatkan kualitas data penerima manfaat. Data tersebut menjadi landasan utama dalam penyusunan kebijakan agar program berjalan lebih tepat sasaran.

"Kami masih terus bekerja untuk memperbarui kualitas data karena data sangat penting sebagai dasar dalam membuat kebijakan terkait refocusing penerima manfaat," ujarnya.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis harus difokuskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan dukungan negara dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Ia menegaskan bahwa peserta didik yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi lebih baik dan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri tidak lagi menjadi prioritas penerima program.

Baca juga: Mahkamah Konstitusi Mematok Target Tuntasan Gugatan MBG Pada Bulan Depan

Tingkatkan Efektivitas Program

BGN menilai kebijakan penataan ulang penerima manfaat ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan penggunaan anggaran negara lebih efisien.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau lebih banyak kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi.

"Hasil akhirnya, kami ingin memastikan program ini benar-benar menyasar anak-anak Indonesia yang membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah," kata Agustina. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru