UGM Kirim 8.178 mahasiswa Untuk Program KKN, 175 Mahasiswa Untuk Penempatan Lokasi Di Pulau Papua

Reporter : Rio Rolis
Flayer KKN UGM ke Papua (Foto: Pandangan Jogja/Resti Damayanti)

Yogyakarta, JatimUPdate.id - Sebanyak 8.178 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) akan menjalani Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) pada periode 20 Juni–8 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 175 mahasiswa akan bertugas di Papua dan Papua Barat yang terbagi dalam tujuh tim KKN.

Baca juga: Wakil Presiden Gibran Rakabuming Terima audiensi Yayasan Widya Cahaya Nusantara

Ketujuh tim tersebut ditempatkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Raja Ampat, Biak Numfor, dan Manokwari. 

Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Rustamadji, mengatakan bahwa lokasi KKN dipilih berdasarkan kebutuhan daerah yang disampaikan pemerintah daerah serta keberlanjutan program yang selama ini telah dijalankan UGM.

Sejumlah wilayah tersebut juga masih menghadapi tantangan ketahanan pangan berdasarkan data pemerintah.

"Yang pertama yang kami cari adalah yang Pemda membutuhkan dan memang bersurat ke kami. 
Yang kedua adalah wilayah-wilayah yang memang selama ini kita sudah ada di sana," ujar Rustamadji kepada awak media di sela pelepasan KKN-PPM UGM di Lapangan Pancasila UGM, Jumat (19/6).

UGM juga melibatkan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama), pemerintah daerah, dan masyarakat setempat untuk mendukung pelaksanaan KKN, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Baca juga: Wapres Tinjau Pengembangan Bandara Nabire untuk Konektivitas Papua Tengah

Aspek keamanan menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan program tahun ini.

Salah satu tim KKN di Biak Numfor akan bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando Padaido.

Tim yang dipimpin Saraswati Baktiantoro itu akan menempuh perjalanan darat, udara, dan laut dari Yogyakarta menuju lokasi pengabdian.

Selama menjalani KKN, tim tersebut akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pengembangan UMKM, pariwisata partisipatif, dan infrastruktur hijau yang telah dikonsultasikan dengan pemerintah daerah setempat.

Baca juga: 14 Ton Daging Ayam Asal Surabaya Ditolak di Jayapura, Fathoni: Minta Pengawasan Pengiriman Diperketat

“Ini adalah keinginan kita sendiri untuk mengabdi meskipun sempat dipindah oleh Bupati Biak Numfor pada akhirnya settle di satu tempat, yakni Kampung Saribra,” ujar Saraswati.

Catatan Redaksi JatimUPdate.id menyebutkan bahwa sumber artikel diatas dari Pandangan Jogja. (rio/yh)

 

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru