Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni berharap polemik penolakan warga atas dimutasinya Lurah Tambak Wedi, Muhammad Yusufian tidak perlu dibesar-besarkan.
Fathoni juga meminta RT setempat tidak melakukan boikot apalagi mengembalikan stempel ke Wali Kota Eri Cahyadi.
Baca juga: Pansus Jamsostek DPRD Surabaya Kejar Kepesertaan Pekerja
"Karena saya yakin lurah Tambak Wedi yang dimutasi itu juga ingin mendapatkan pengalaman panjang dalam mengabdi bagi bangsa dan negara melalui penugasan di berbagai bidang," tutur Fathoni, Jum'at (10/7).
Fathoni menjelaskan setiap abdi negara yang bertugas sebagai aparatur sipil negara sedianya siap ditugaskan di mana pun.
Kendati begitu Fathoni memahami keberatan atas mutasi tersebut lantaran potret penugasan lurah mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat
"Tetapi mutasi dan lain-lain merupakan hak prerogatif wali kota," sergah Fathoni.
Baca juga: Pansus Jamsostek Bahas Kewajiban BPJS bagi Pelajar Magang
Maka dari itu Fathoni menekankan lurah hingga kepala OPD harus mengetahui secara detail setiap permasalahan masyarakat.
Sebab kata Fathoni Eri Cahyadi ingin memastikan semua warga Surabaya terlayani dengan baik oleh instrumen pemerintahan di bawahnya.
"Mulai kepala OPD, camat hingga sampai lurah," tegasnya.
Baca juga: Baktiono Dorong Perumda Surya Sembada Produksi AMDK dan Benahi Distribusi Air Apartemen
Fathoni meyakini, Lurah Tambak Wedi juga butuh rekam jejak pengabdian positif di berbagai bidang.
Pasalnya sebut legislator Partai Golkar itu, setiap ASN dalam penugasannya tidak bisa memilih seperti yang diharapkan.
"Wali kota sebagai mandataris rakyat Surabaya tentu tahu mana yang terbaik. Tentu mana yang instrumen di bawahnya memiliki spesifikasi khusus dalam penugasan-penugasan khusus," beber Arif Fathoni. (Adv)
Editor : Advertorial